Trump Ingin New York Berhasil, Bukan Zohran Mamdani
Kamis, 06 November 2025 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kaum komunis, Marxis, dan globalis memiliki kesempatan, dan mereka hanya menghasilkan bencana, dan sekarang mari kita lihat bagaimana seorang komunis akan bertindak di New York. Kita lihat saja nanti," ujar Trump dalam pidatonya di Forum Bisnis Amerika di Miami, Florida.
Dia menjelaskan, "Kami akan membantunya, kami akan membantunya. Kami ingin New York sukses. Kami akan membantunya sedikit, mungkin."
Trump mengecam Mamdani menjelang pemilihan wali kota New York pada hari Selasa, menggambarkannya sebagai "orang gila komunis" dan mengancam akan memotong dana federal untuk kota tersebut jika ia memenangkan pemilihan.
Mamdani, yang platformnya mencakup layanan penitipan anak gratis untuk semua, bus gratis, dan toko kelontong yang dikelola pemerintah, telah menolak label komunis, dan menyebut dirinya sebagai seorang sosialis demokrat.
Meskipun Mamdani akan bertanggung jawab untuk memerintah kota berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa, pemilihannya secara luas dipandang memiliki implikasi nasional di tengah perjuangan Partai Demokrat untuk mendamaikan faksi-faksi sentris dan progresif serta secara efektif melawan Trump.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menjadikan pemilihannya sebagai model untuk mengalahkan Trump, dengan menyapa presiden yang gemar menonton TV secara langsung dengan memintanya untuk "mengeraskan volume".
Dia menjelaskan, "Kami akan membantunya, kami akan membantunya. Kami ingin New York sukses. Kami akan membantunya sedikit, mungkin."
Trump mengecam Mamdani menjelang pemilihan wali kota New York pada hari Selasa, menggambarkannya sebagai "orang gila komunis" dan mengancam akan memotong dana federal untuk kota tersebut jika ia memenangkan pemilihan.
Mamdani, yang platformnya mencakup layanan penitipan anak gratis untuk semua, bus gratis, dan toko kelontong yang dikelola pemerintah, telah menolak label komunis, dan menyebut dirinya sebagai seorang sosialis demokrat.
Meskipun Mamdani akan bertanggung jawab untuk memerintah kota berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa, pemilihannya secara luas dipandang memiliki implikasi nasional di tengah perjuangan Partai Demokrat untuk mendamaikan faksi-faksi sentris dan progresif serta secara efektif melawan Trump.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menjadikan pemilihannya sebagai model untuk mengalahkan Trump, dengan menyapa presiden yang gemar menonton TV secara langsung dengan memintanya untuk "mengeraskan volume".
Lihat Juga :