5 Fakta Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York

Rabu, 05 November 2025 - 16:24 WIB
loading...
A A A
Momen utama dalam kampanyenya muncul dalam sebuah wawancara dengan Mehdi Hasan pada Desember 2024, ketika ia ditanya apa yang akan ia lakukan jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi New York City. Mamdani menjawab dengan lugas: "Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika ia datang ke New York!"

"Ini adalah kota di mana nilai-nilai kita sejalan dengan hukum internasional. Sudah saatnya tindakan kita juga sejalan," ujarnya kepada Hasan, dilansir Al Jazeera.

Mamdani juga menolak menjauhkan diri dari slogan, "Globalisasikan Intifada", sebuah frasa yang dikritik oleh banyak pemimpin Yahudi dan komentator konservatif sebagai sesuatu yang provokatif dan anti-Semit.

Menanggapi pertanyaan tentang slogan tersebut, Mamdani mengatakan dalam sebuah episode podcast The Bulwark pada Juni 2025: "Sebagai seorang Muslim yang tumbuh pasca-9/11, saya sangat akrab dengan bagaimana kata-kata Arab dapat diputarbalikkan, dapat diputarbalikkan, dapat digunakan untuk membenarkan segala jenis makna." Ia enambahkan bahwa slogan tersebut lebih tentang solidaritas dengan orang-orang tertindas di seluruh dunia – bukan seruan untuk melakukan kekerasan.

Kampanye Cuomo juga mengangkat identitas Muslim Mamdani dan mengkritik sikap pro-Palestinanya, menuduhnya terlibat dalam anti-Semitisme. Kota New York, tempat kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa berada, merupakan rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di dunia di luar Israel.

Dalam sebuah wawancara pada Juni 2025, saat menanggapi ancaman Islamofobia yang diterimanya, Mamdani mengatakan: "Tidak ada ruang untuk anti-Semitisme di kota atau negara ini." Ia telah berulang kali menekankan bahwa kritiknya ditujukan pada kebijakan pemerintah AS dan Israel, bukan pada orang Yahudi.

Kampanye Mamdani didorong oleh lebih dari 22.000 relawan akar rumput dan dukungan dari tokoh-tokoh progresif terkemuka, seperti Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, dan Partai Keluarga Pekerja.

4. Sangat Ambisius dan Progresif

Platform kebijakan Mamdani yang ambisius dan progresif berfokus pada redistribusi kekayaan, perluasan layanan publik, dan transformasi kehidupan perkotaan.

Salah satu proposal andalannya adalah menggratiskan semua bus kota pada tahun 2027. Mamdani telah menunjukkan keberhasilan program percontohan di mana bus bebas tarif menghasilkan peningkatan jumlah penumpang dan berkurangnya kekerasan terhadap pengemudi.

Perumahan merupakan pilar lain dari platform Mamdani. Ia mengusulkan pembekuan sewa untuk semua apartemen dengan sewa stabil, serta rencana pembentukan Badan Pengembangan Perumahan Sosial, yang akan membangun perumahan terjangkau permanen milik publik. Ia menyerukan perlindungan penyewa yang lebih kuat dan mengusulkan pengurangan kenaikan sewa di properti milik kota.

Mamdani juga mengusulkan pembukaan satu toko kelontong milik pemerintah kota di setiap wilayah kota, di mana masyarakat yang kurang terlayani oleh jaringan komersial dapat mengakses pilihan makanan sehat yang terjangkau. Ia berjanji untuk memperluas program makanan sekolah gratis hingga mencakup perguruan tinggi di kota, dan menawarkan program penitipan anak dan pendidikan anak usia dini universal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Trump Murka Google Didenda...
Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved