Maha Vajiralongkorn Jadi Raja Terkaya di Dunia, Ini Gurita Kekayaanya yang Fantastis
Selasa, 04 November 2025 - 15:32 WIB
loading...
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn terkenal sebagai raja terkaya di dunia setelah mengalihkan semua aset kerajaan menjadi aset pribadi. Foto/newmyroyal
A
A
A
JAKARTA - Raja Kerajaan Thailand Maha Vajiralongkorn (Rama X) dikenal sebagai raja terkaya di dunia. Menurut laporan Bloomberg Billionaires Index 2024 dan Forbes, total aset Vajiralongkorn diperkirakan antara USD 40 miliar hingga USD70 miliar—jauh melampui kekayaan Raja Salman dari Arab Saudi dan Raja Charles III dari Inggris.
Kekayaan fantastis raja yang terkenal sebagai bangsawan flamboyan itu berakar dari lembaga bernama Crown Property Bureau (CPB).
Didirikan pada 1936 setelah monarki absolut berakhir, CPB awalnya hanya pengelola aset negara yang digunakan untuk menopang kegiatan istana. Selama puluhan tahun, kepemilikannya bersifat “publik”, meski hasilnya memang dinikmati keluarga kerajaan.
Namun pada 2017, tak lama setelah Vajiralongkorn naik takhta menggantikan ayahnya, Raja Bhumibol, semuanya berubah. Dia menandatangani Royal Assets Structuring Act, undang-undang yang mengalihkan seluruh aset CPB menjadi “milik pribadi raja”.
Baca Juga: Raja Terkaya di Dunia Maha Vajiralongkorn: Kekayaan Rp714 Triliun dan Punya 20 Selir Cantik
Gurita Kekayaan Raja Maha Vajiralongkorn
•Siam Cement Group (SCG)
SCG merupakan konglomerasi industri terbesar Asia Tenggara. CPB memegang sekitar 30–33% saham, dengan nilai lebih dari USD12 miliar.
•Siam Commercial Bank (SCB)
SCB menjadi salah satu bank tertua Thailand dengan aset lebih dari USD 70 miliar. CPB memiliki 23–25% saham, dengan nilai USD3–4 miliar.
Selain itu, CPB juga menanam modal di perusahaan energi, asuransi, agribisnis, dan properti. Dengan kata lain, raja Thailand adalah konglomerat terbesar di negaranya sendiri.
“Tak ada monarki modern yang memegang kontrol ekonomi sebesar Raja Vajiralongkorn,” tulis Financial Times dalam sebuah laporan tahun 2022.
Lahan-lahan mahal di pusat kota—distrik Siam, Ratchaprasong, hingga Dusit—adalah milik CPB. Di atasnya berdiri pusat perbelanjaan mewah seperti CentralWorld dan Siam Paragon, juga hotel-hotel bintang lima dan perkantoran elite.
Sejak CPB mengubah sistem sewanya menjadi komersial pada 2018, nilai tanah kerajaan melonjak. Banyak pengembang properti antre memperpanjang kontrak sewa yang nilainya miliaran dolar per tahun.
Sejumlah laporan, termasuk dari Financial Times dan Deutsche Welle, juga menyinggung kepemilikan aset melalui perusahaan yang terhubung dengan CPB di Singapura dan Swiss.
Meskipun kerajaan menyangkal detailnya, investigasi media-media tersebut menunjukkan adanya diversifikasi portofolio internasional, termasuk di sektor perhotelan dan logistik.
Langkah itu memperkuat kontrol personal Raja Vajiralongkorn atas keamanan nasional sekaligus mempertebal pengaruh politik dan ekonomi kerajaan.
Dengan memegang kendali atas harta, saham, tanah, dan tentara, Raja Thailand praktis menjadi figur paling kuat di negeri Gajah Putih—baik secara simbolik maupun finansial.
Namun gurita kekayaan yang luar biasa itu juga menimbulkan kontroversi. Gerakan pro-demokrasi Thailand, seperti Free Youth Movement, pernah menuntut agar harta kerajaan dipisahkan dari harta negara. Mereka menilai CPB seharusnya berada di bawah pengawasan publik, bukan menjadi alat kekuasaan pribadi.
Sayangnya, Thailand memiliki lese majeste law—undang-undang yang dapat menghukum siapa saja yang dianggap menghina atau mengkritik raja hingga 15 tahun penjara. Akibatnya, perdebatan soal kekayaan monarki jarang muncul di media lokal, dan lebih sering dibahas oleh media asing.
Kekayaan fantastis raja yang terkenal sebagai bangsawan flamboyan itu berakar dari lembaga bernama Crown Property Bureau (CPB).
Didirikan pada 1936 setelah monarki absolut berakhir, CPB awalnya hanya pengelola aset negara yang digunakan untuk menopang kegiatan istana. Selama puluhan tahun, kepemilikannya bersifat “publik”, meski hasilnya memang dinikmati keluarga kerajaan.
Namun pada 2017, tak lama setelah Vajiralongkorn naik takhta menggantikan ayahnya, Raja Bhumibol, semuanya berubah. Dia menandatangani Royal Assets Structuring Act, undang-undang yang mengalihkan seluruh aset CPB menjadi “milik pribadi raja”.
Baca Juga: Raja Terkaya di Dunia Maha Vajiralongkorn: Kekayaan Rp714 Triliun dan Punya 20 Selir Cantik
Gurita Kekayaan Raja Maha Vajiralongkorn
1. Dua Saham Raksasa Ekonomi Nasional
Melalui CPB, Raja Vajiralongkorn menguasai saham besar di dua raksasa ekonomi nasional:•Siam Cement Group (SCG)
SCG merupakan konglomerasi industri terbesar Asia Tenggara. CPB memegang sekitar 30–33% saham, dengan nilai lebih dari USD12 miliar.
•Siam Commercial Bank (SCB)
SCB menjadi salah satu bank tertua Thailand dengan aset lebih dari USD 70 miliar. CPB memiliki 23–25% saham, dengan nilai USD3–4 miliar.
Selain itu, CPB juga menanam modal di perusahaan energi, asuransi, agribisnis, dan properti. Dengan kata lain, raja Thailand adalah konglomerat terbesar di negaranya sendiri.
“Tak ada monarki modern yang memegang kontrol ekonomi sebesar Raja Vajiralongkorn,” tulis Financial Times dalam sebuah laporan tahun 2022.
2. Raja Vajiralongkorn Pemilik Tanah Terbesar
Kekuatan ekonomi Vajiralongkorn bukan hanya di pasar saham. CPB memiliki lebih dari 6.500 hektare tanah di Bangkok dan sekitar 40.000 hektare di seluruh Thailand, menjadikannya pemilik tanah terbesar di negeri itu.Lahan-lahan mahal di pusat kota—distrik Siam, Ratchaprasong, hingga Dusit—adalah milik CPB. Di atasnya berdiri pusat perbelanjaan mewah seperti CentralWorld dan Siam Paragon, juga hotel-hotel bintang lima dan perkantoran elite.
Sejak CPB mengubah sistem sewanya menjadi komersial pada 2018, nilai tanah kerajaan melonjak. Banyak pengembang properti antre memperpanjang kontrak sewa yang nilainya miliaran dolar per tahun.
3. Aset Luar Negeri dan Gaya Hidup Global
Raja Vajiralongkorn diketahui memiliki properti pribadi di Jerman, termasuk vila mewah di Tutzing dekat Danau Starnberg, yang sempat jadi kediamannya selama pandemi Covid-19.Sejumlah laporan, termasuk dari Financial Times dan Deutsche Welle, juga menyinggung kepemilikan aset melalui perusahaan yang terhubung dengan CPB di Singapura dan Swiss.
Meskipun kerajaan menyangkal detailnya, investigasi media-media tersebut menunjukkan adanya diversifikasi portofolio internasional, termasuk di sektor perhotelan dan logistik.
4. Kekayaan yang Menyatu dengan Kekuasaan
Kekuasaan Raja Vajiralongkorn tidak berhenti pada uang. Pada 2019, dia mengambil langkah langka: memerintahkan agar dua divisi elite militer di Bangkok dipindahkan langsung ke komando istana, bukan lagi ke Kementerian Pertahanan.Langkah itu memperkuat kontrol personal Raja Vajiralongkorn atas keamanan nasional sekaligus mempertebal pengaruh politik dan ekonomi kerajaan.
Dengan memegang kendali atas harta, saham, tanah, dan tentara, Raja Thailand praktis menjadi figur paling kuat di negeri Gajah Putih—baik secara simbolik maupun finansial.
Namun gurita kekayaan yang luar biasa itu juga menimbulkan kontroversi. Gerakan pro-demokrasi Thailand, seperti Free Youth Movement, pernah menuntut agar harta kerajaan dipisahkan dari harta negara. Mereka menilai CPB seharusnya berada di bawah pengawasan publik, bukan menjadi alat kekuasaan pribadi.
Sayangnya, Thailand memiliki lese majeste law—undang-undang yang dapat menghukum siapa saja yang dianggap menghina atau mengkritik raja hingga 15 tahun penjara. Akibatnya, perdebatan soal kekayaan monarki jarang muncul di media lokal, dan lebih sering dibahas oleh media asing.
(mas)
Lihat Juga :