Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa Menindak Kakaknya Sendiri yang Diduga Korupsi
Minggu, 02 November 2025 - 13:07 WIB
loading...
Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa menindak kakaknya sendiri, Jamal Al-Sharaa, yang diduga korupsi. Foto/Anadolu
A
A
A
DAMASKUS - Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa telah memerintahkan penutupan kantor komersial kakaknya sendiri di Damaskus setelah muncul tuduhan bahwa sang kakak mengeksploitasi ikatan keluarganya untuk keuntungan pribadi.
Tindakan ini menandai langkah terbaru dalam kampanye anti-korupsi Al-Sharaa yang menyasar tokoh-tokoh dalam pemerintahannya yang baru dibentuk.
Mengutip laporan Reuters, Minggu (2/11/2025), presiden baru Suriah itu terdorong untuk bertindak setelah menyadari bahwa lebih dari 100 pejabat pemerintah telah tiba di bekas markas oposisi dengan mobil sport mewah.
Baca Juga: Suriah Gelar Pemilu Pertama setelah Rezim Bashar al-Assad Tumbang
Al-Sharaa kemudian memerintahkan para pegawai negeri sipil yang memiliki kendaraan mewah tersebut untuk menyerahkan kunci mereka atau menghadapi penyelidikan atas tuduhan memperkaya diri secara ilegal.
Gerakan antikorupsi kini telah meluas ke keluarga Al-Sharaa sendiri. Kakak laki-lakinya, Jamal Al-Sharaa, termasuk di antara mereka yang terdampak ketika pihak berwenang menutup kantor bisnisnya di Damaskus dan melarang lembaga pemerintah untuk berurusan dengannya.
Menurut sumber pemerintah, Jamal telah mendirikan kantor tersebut tak lama setelah adiknya mengambil alih kekuasaan Suriah. Sejak itu, dia mengelola berbagai usaha di bidang perdagangan, pariwisata, dan ekspor-impor.
Pada bulan Agustus, Presiden Al-Sharaa dilaporkan memerintahkan penutupan kantor kakaknya menyusul tuduhan bahwa sang kakak memanfaatkan koneksi kepresidenannya untuk mengamankan pertemuan dengan pejabat pemerintah demi keuntungan pribadi.
Foto-foto yang beredar menunjukkan kantor tersebut disegel dengan lapisan lilin merah awal bulan ini.
Kementerian Informasi Suriah mengonfirmasi penutupan tersebut, dengan mengatakan, "Jamal Al-Sharaa tidak diizinkan untuk melakukan investasi atau aktivitas komersial. Kepresidenan telah menegaskan bahwa dia tidak memegang jabatan resmi."
Setelah penutupan kantor kakaknya, Presiden Al-Sharaa mengadakan pertemuan keluarga tertutup yang dihadiri oleh ayahnya yang berusia 79 tahun, memperingatkan kerabat agar tidak menggunakan nama keluarga untuk keuntungan pribadi atau finansial, menurut seorang anggota keluarga yang berbicara kepada Reuters.
Jamal Al-Sharaa membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Reuters. Dia mengeklaim tidak memiliki kantor pribadi atau operasi bisnis di Damaskus dan menyebut laporan tentang transaksi komersialnya sebagai "rekayasa tak berdasar".
Laporan Reuters juga menggambarkan sebuah pertemuan yang tidak dipublikasikan di sebuah pangkalan militer di Idlib, di mana presiden menegur para pejabat dan pemimpin bisnis atas pamer kekayaan.
"Saya tidak menyangka gaji pegawai negeri sebesar ini," kata Al-Sharaa, sambil menunjuk deretan mobil mewah di luar. "Apakah mereka lupa bahwa mereka adalah putra revolusi?"
Para pejabat yang hadir mengatakan bahwa presiden memerintahkan mereka yang memiliki kendaraan mewah untuk segera menyerahkan kunci mereka atau akan diselidiki. Beberapa dilaporkan langsung mematuhinya.
Tindakan ini menandai langkah terbaru dalam kampanye anti-korupsi Al-Sharaa yang menyasar tokoh-tokoh dalam pemerintahannya yang baru dibentuk.
Mengutip laporan Reuters, Minggu (2/11/2025), presiden baru Suriah itu terdorong untuk bertindak setelah menyadari bahwa lebih dari 100 pejabat pemerintah telah tiba di bekas markas oposisi dengan mobil sport mewah.
Baca Juga: Suriah Gelar Pemilu Pertama setelah Rezim Bashar al-Assad Tumbang
Al-Sharaa kemudian memerintahkan para pegawai negeri sipil yang memiliki kendaraan mewah tersebut untuk menyerahkan kunci mereka atau menghadapi penyelidikan atas tuduhan memperkaya diri secara ilegal.
Gerakan antikorupsi kini telah meluas ke keluarga Al-Sharaa sendiri. Kakak laki-lakinya, Jamal Al-Sharaa, termasuk di antara mereka yang terdampak ketika pihak berwenang menutup kantor bisnisnya di Damaskus dan melarang lembaga pemerintah untuk berurusan dengannya.
Menurut sumber pemerintah, Jamal telah mendirikan kantor tersebut tak lama setelah adiknya mengambil alih kekuasaan Suriah. Sejak itu, dia mengelola berbagai usaha di bidang perdagangan, pariwisata, dan ekspor-impor.
Pada bulan Agustus, Presiden Al-Sharaa dilaporkan memerintahkan penutupan kantor kakaknya menyusul tuduhan bahwa sang kakak memanfaatkan koneksi kepresidenannya untuk mengamankan pertemuan dengan pejabat pemerintah demi keuntungan pribadi.
Foto-foto yang beredar menunjukkan kantor tersebut disegel dengan lapisan lilin merah awal bulan ini.
Kementerian Informasi Suriah mengonfirmasi penutupan tersebut, dengan mengatakan, "Jamal Al-Sharaa tidak diizinkan untuk melakukan investasi atau aktivitas komersial. Kepresidenan telah menegaskan bahwa dia tidak memegang jabatan resmi."
Setelah penutupan kantor kakaknya, Presiden Al-Sharaa mengadakan pertemuan keluarga tertutup yang dihadiri oleh ayahnya yang berusia 79 tahun, memperingatkan kerabat agar tidak menggunakan nama keluarga untuk keuntungan pribadi atau finansial, menurut seorang anggota keluarga yang berbicara kepada Reuters.
Jamal Al-Sharaa membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Reuters. Dia mengeklaim tidak memiliki kantor pribadi atau operasi bisnis di Damaskus dan menyebut laporan tentang transaksi komersialnya sebagai "rekayasa tak berdasar".
Laporan Reuters juga menggambarkan sebuah pertemuan yang tidak dipublikasikan di sebuah pangkalan militer di Idlib, di mana presiden menegur para pejabat dan pemimpin bisnis atas pamer kekayaan.
"Saya tidak menyangka gaji pegawai negeri sebesar ini," kata Al-Sharaa, sambil menunjuk deretan mobil mewah di luar. "Apakah mereka lupa bahwa mereka adalah putra revolusi?"
Para pejabat yang hadir mengatakan bahwa presiden memerintahkan mereka yang memiliki kendaraan mewah untuk segera menyerahkan kunci mereka atau akan diselidiki. Beberapa dilaporkan langsung mematuhinya.
(mas)
Lihat Juga :