Demonstrasi Pemilu Tanzania Berujung Kerusuhan, 700 Demonstran Tewas
Sabtu, 01 November 2025 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
The Guardian telah menghubungi pemerintah Tanzania untuk memberikan komentar.
Warga Tanzania pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Rabu dalam pemilihan umum di mana Presiden Samia Suluhu Hassan diharapkan untuk memperkuat cengkeramannya di negara itu di tengah meningkatnya represi dan pengucilan lawan-lawan kunci dari kontes presiden.
Pada bulan April, Tundu Lissu, wakil ketua Chadema, ditangkap dan didakwa dengan tindak pidana pengkhianatan dan kejahatan siber. Partainya, yang memimpin seruan untuk memboikot pemilu kecuali sistem pemilu direformasi, kemudian didiskualifikasi dari partisipasi.
Bulan lalu, Luhaga Mpina, pemimpin ACT-Wazalendo, partai oposisi lainnya, juga didiskualifikasi, yang berarti Hassan hanya akan bersaing dengan lawan yang kurang dikenal dari partai-partai kecil.
Para pengkritik pemerintah juga diculik dan ditangkap menjelang pemilu.
Sejak Rabu, kerumunan besar pengunjuk rasa telah menyerang polisi dan menghancurkan properti milik bisnis yang terkait dengan partai yang berkuasa.
Demonstrasi tersebut sebagian besar terfokus di kota pelabuhan Dar es Salaam, tetapi kemudian menyebar ke seluruh negeri.
Pemerintah bereaksi dengan memberlakukan jam malam. Gangguan internet juga dilaporkan, dengan pemantau global NetBlocks mengatakan gangguan tersebut terjadi di seluruh negeri.
Warga Tanzania pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Rabu dalam pemilihan umum di mana Presiden Samia Suluhu Hassan diharapkan untuk memperkuat cengkeramannya di negara itu di tengah meningkatnya represi dan pengucilan lawan-lawan kunci dari kontes presiden.
Pada bulan April, Tundu Lissu, wakil ketua Chadema, ditangkap dan didakwa dengan tindak pidana pengkhianatan dan kejahatan siber. Partainya, yang memimpin seruan untuk memboikot pemilu kecuali sistem pemilu direformasi, kemudian didiskualifikasi dari partisipasi.
Bulan lalu, Luhaga Mpina, pemimpin ACT-Wazalendo, partai oposisi lainnya, juga didiskualifikasi, yang berarti Hassan hanya akan bersaing dengan lawan yang kurang dikenal dari partai-partai kecil.
Para pengkritik pemerintah juga diculik dan ditangkap menjelang pemilu.
Sejak Rabu, kerumunan besar pengunjuk rasa telah menyerang polisi dan menghancurkan properti milik bisnis yang terkait dengan partai yang berkuasa.
Demonstrasi tersebut sebagian besar terfokus di kota pelabuhan Dar es Salaam, tetapi kemudian menyebar ke seluruh negeri.
Pemerintah bereaksi dengan memberlakukan jam malam. Gangguan internet juga dilaporkan, dengan pemantau global NetBlocks mengatakan gangguan tersebut terjadi di seluruh negeri.
Lihat Juga :