Politisi India Ini Serukan Pemuda Hindu Bawa 10 Gadis Muslim dan Nikahi Mereka

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:02 WIB
loading...
Politisi India Ini Serukan...
Raghvendra Pratap Singh, politisi India yang serukan setiap pemuda Hindu membawa 10 gadis Muslim dan menikahi mereka. Foto/NDTV
A A A
NEW DELHI - Seorang politisi India bernama Raghvendra Pratap Singh telah membuat seruan kontroversial, yakni minta setiap pemuda Hindu untuk membawa 10 gadis Muslim dan menikahi mereka. Singh merupakan mantan Anggota Dewan Legislatif dari partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata (BJP).

Singh bahkan menjajikan lapangan pekerjaan bagi pemuda Hindu yang menuruti seruannya tersebut.

Politisi asal Uttar Pradesh itu mengatakan bahwa umat Hindu dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di negara bagian tersebut tanpa rasa takut.

Baca Juga: Heboh, Menteri India Serukan Poliandri: Seorang Wanita Boleh Nikahi 10 Pria

Menanggapi pernyataan tersebut, Partai Samajwadi—partai sosialis yang berbasis di Uttar Pradesh—mengatakan bahwa ada upaya berulang kali yang dilakukan untuk mengganggu kerukunan umat beragama, dan umat Muslim terus-menerus dihina.

Mengutip laporan NDTV, Kamis (30/10/2025), Singh telah pergi ke desa Dhankharpur di mana dua perempuan Hindu diduga dipaksa menikah dengan pria Muslim dan dipaksa pindah agama. Dalam sebuah video dari kunjungannya pada 16 Oktober, yang telah dibagikan secara luas, Singh terdengar mengatakan bahwa dia tidak akan menerima kurang dari 10 perempuan Muslim "sebagai ganti" kedua perempuan Hindu tersebut.

"Saya akan mengatur pernikahan bagi setiap umat Hindu yang kawin lari dengan seorang perempuan Muslim dan juga menyediakan lapangan kerja bagi mereka," kata Singh dalam pidatonya.

"Ini bukan waktunya Akhilesh Yadav. Tidak perlu takut. Kami bersamamu. Isu anak laki-laki Muslim menikahi dua gadis Hindu tidak akan berakhir begitu saja. Alih-alih dua, pemuda Hindu seharusnya membawa setidaknya 10 gadis Muslim dan menikahi mereka. Saya akan urus sisanya," imbuh dia.

Menyusul kontroversi tersebut, Singh ditanya tentang pernyataannya, dan dia tidak menunjukkan penyesalan.

"Wilayah Dumariyaganj dulu disebut Pakistan Mini. Sejak Yogi Adityanath menjadi Menteri Utama Uttar Pradesh, teror yang dilakukan orang-orang ini telah terkendali. Selain itu, ada beberapa desa di mana umat Hindu hidup dalam ketakutan, dan putri serta menantu perempuan mereka tidak aman. Di desa Dhankharpur, mayoritas Muslim, dan dua orang Hindu dibujuk dan masuk Islam dalam seminggu," katanya.

"Saya pergi ke sana dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa mereka harus bangkit dan melawan. Tidak perlu panik atau takut. Bersiaplah. Kami bersama kalian... Saya berkata, 'Jika dua gadis Hindu telah diculik, maka kalian harus pergi membawa sepuluh gadis Muslim. Kami akan bertanggung jawab penuh atas biaya pernikahan dan juga akan menjamin keamanan mereka. Ini bukan era (Ketua Partai Samajwadi) Akhilesh Yadav atau partai lain yang mempraktikkan pendekatan damai terhadap Muslim. Ini era Yogi ji. Tidak perlu takut. Lakukan apa pun yang kalian inginkan, kami bersama kalian," imbuh dia.

Mengecam pernyataan tersebut, Anggota Dewan Legislatif Partai Samajwadi dari Dumariyanganj, Saiyada Khatoon, mengatakan bahwa pernyataan Singh merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan keresahan komunal.

"Pernyataan Singh merupakan penghinaan terhadap perempuan. Mereka terus menghina dan tidak menghormati umat Muslim. Bukankah umat Muslim warga negara India? Bukankah mereka mengorbankan nyawa mereka demi kebebasan negara ini? Tidak ada tindakan yang diambil meskipun saya sudah mengeluh. Pemerintah hanya menjadi penonton bisu, dan akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved