Presiden Brasil Merasa Ngeri, Polisi vs Geng Narkoba Terkuat Tewaskan 132 Orang
Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
"Negara datang untuk pembantaian, itu bukan operasi [polisi]. Mereka datang langsung untuk membunuh, untuk merenggut nyawa," ujar seorang perempuan di Penha Complex kepada AFP.
"Ada orang-orang yang telah dieksekusi, banyak dari mereka ditembak di belakang kepala, ditembak di punggung. Ini tidak bisa dianggap sebagai keselamatan publik," kata Raul Santiago, warga dan aktivis berusia 36 tahun.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kematian tersebut.
"Dia menekankan bahwa penggunaan kekuatan dalam operasi kepolisian harus mematuhi hukum dan standar hak asasi manusia internasional, dan mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
Gubernur negara bagian Rio, Claudio Castro, bersikeras bahwa mereka yang tewas dalam operasi tersebut semuanya adalah penjahat, mengeklaim bahwa bentrokan sebagian besar terjadi di daerah hutan yang kemungkinan besar tidak dihuni warga sipil.
"Saya rasa tidak akan ada orang yang berjalan di hutan pada hari konflik," katanya kepada wartawan. "Korban sebenarnya hanyalah para petugas polisi," ujarnya.
Pasukan polisi yang besar yang terlibat dalam operasi tersebut diperkuat oleh kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone.
"Ada orang-orang yang telah dieksekusi, banyak dari mereka ditembak di belakang kepala, ditembak di punggung. Ini tidak bisa dianggap sebagai keselamatan publik," kata Raul Santiago, warga dan aktivis berusia 36 tahun.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kematian tersebut.
"Dia menekankan bahwa penggunaan kekuatan dalam operasi kepolisian harus mematuhi hukum dan standar hak asasi manusia internasional, dan mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
Gubernur negara bagian Rio, Claudio Castro, bersikeras bahwa mereka yang tewas dalam operasi tersebut semuanya adalah penjahat, mengeklaim bahwa bentrokan sebagian besar terjadi di daerah hutan yang kemungkinan besar tidak dihuni warga sipil.
"Saya rasa tidak akan ada orang yang berjalan di hutan pada hari konflik," katanya kepada wartawan. "Korban sebenarnya hanyalah para petugas polisi," ujarnya.
Pasukan polisi yang besar yang terlibat dalam operasi tersebut diperkuat oleh kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone.
Lihat Juga :