Gencatan Senjata di Gaza Memang Rapuh sejak Hari Pertama

Rabu, 29 Oktober 2025 - 20:40 WIB
loading...
A A A
"Jadi, dapat dimengerti mengapa bagi banyak warga Palestina di Gaza, ini mungkin tidak terlihat seperti gencatan senjata yang sebenarnya dan jelas bukan rencana perdamaian, melainkan pendudukan yang tidak terbatas dan berkepanjangan tanpa tanda-tanda akan berakhir." 000

Sementara itu, Israel sengaja berusaha merusak gencatan senjata, sebuah kesepakatan yang dipaksakan oleh Amerika Serikat. Diungkapkan Mouin Rabbani, seorang peneliti nonresiden di Pusat Studi Konflik dan Kemanusiaan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel "tidak pernah benar-benar memenuhi komitmennya" dalam kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Pakistan Tuding Perundingan Damai dengan Afghanistan Gagal Total

"Ada gencatan senjata, tetapi Israel telah membunuh lebih dari 100 warga Palestina," katanya, seraya menambahkan bahwa Israel juga belum mundur ke garis yang disepakati di Gaza atau mengizinkan jumlah bantuan yang disepakati untuk masuk ke Gaza.

"Sekarang Israel menggunakan dalih ini, di satu sisi, mencegah masuknya alat berat yang dibutuhkan untuk mencari jenazah di bawah 61 juta ton puing dan penundaan yang sudah diperkirakan dalam upaya menemukan jenazah-jenazah tersebut sebagai alasan untuk mengikis kesepakatan," katanya.

Ia mengatakan "cukup jelas bahwa Israel merasa tidak mampu untuk secara sepihak "meninggalkan" gencatan senjata. "Jadi, yang kita saksikan adalah intensifikasi bertahap dari proses erosi," ujarnya. "Masalah utama di sini sekarang adalah bagaimana Amerika Serikat akan ... merespons."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Pernikahan Tragis! Ayah...
Pernikahan Tragis! Ayah Mempelai Wanita Tewas akibat Serangan Jantung setelah Ribut soal Mahar
Rekomendasi
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Mantan Wasit FIFA Bongkar...
Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside
Berita Terkini
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved