Pakistan Tuding Perundingan Damai dengan Afghanistan Gagal Total

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:16 WIB
loading...
A A A
Sebuah sumber keamanan Pakistan mengatakan pada hari Selasa bahwa delegasi Taliban Afghanistan awalnya menyetujui seruan Islamabad untuk "tindakan yang kredibel dan tegas" terhadap TTP.

Baca Juga: Apa Itu Rubicon? Pusat Operasi Drone Rusia yang Rayakan Kesuksesan 10.000 Serangan ke Ukraina

Namun pihak Afghanistan "berulang kali mengubah pendiriannya setelah instruksi dari Kabul," kata sumber tersebut, yang tidak berwenang untuk membahas perundingan tersebut secara terbuka.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, memperingatkan pada hari Sabtu bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat menyebabkan "perang terbuka."

Abdul Mateen Qani, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, mengatakan pada hari Selasa bahwa setiap serangan akan ditanggapi dengan respons "yang akan menjadi pelajaran bagi Pakistan dan pesan bagi negara lain."

"Memang benar kami tidak memiliki senjata nuklir, tetapi NATO maupun Amerika Serikat tidak berhasil menaklukkan Afghanistan meskipun telah berperang selama 20 tahun," ujar Qani kepada media Afghanistan, Ariana News.

Kekerasan tersebut menewaskan sedikitnya 50 warga sipil Afghanistan dan melukai 447 lainnya dalam satu minggu, ungkap misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) kepada AFP pada hari Senin.

Militer Pakistan mengatakan pada 12 Oktober bahwa 23 personel tewas dan 29 lainnya luka-luka, tanpa merinci korban sipil.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved