Pakistan Tuding Perundingan Damai dengan Afghanistan Gagal Total
Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Yang menjadi perhatian khusus Islamabad adalah kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang telah dituntut Islamabad untuk ditindak.
Pakistan menuduh otoritas Taliban mengizinkan TTP menggunakan wilayah Afghanistan sebagai "basis pelatihan sekaligus logistik dan titik loncatan untuk kegiatan teroris," menurut pernyataan Tarar.
Pemerintah Taliban secara konsisten membantah tuduhan tersebut.
Setelah ledakan 9 Oktober di Kabul, yang bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Muttaqi ke New Delhi, Taliban melancarkan serangan balasan di perbatasan, yang memicu respons dari Pakistan.
Gencatan senjata awal selama 48 jam berakhir sebelum gencatan senjata kedua muncul pada 19 Oktober menyusul perundingan di Doha, yang juga ditengahi oleh Qatar dan Turki.
Perbatasan antara kedua negara tetangga tersebut telah ditutup selama lebih dari dua minggu, dan hanya warga Afghanistan yang diusir dari Pakistan yang diizinkan untuk menyeberang.
Di kota perbatasan Afghanistan, Spin Boldak, seorang pengemudi mengatakan kepada AFP pada hari Senin bahwa "buah-buahan membusuk" di dalam truk.
"Ada 50 hingga 60 truk, beberapa membawa apel, yang lain membawa delima dan anggur," kata Gul, 25 tahun, yang hanya menyebutkan nama depannya.
"Kami menunggu dan mendesak pemerintah untuk membuka kembali" perbatasan, katanya.
Pakistan menuduh otoritas Taliban mengizinkan TTP menggunakan wilayah Afghanistan sebagai "basis pelatihan sekaligus logistik dan titik loncatan untuk kegiatan teroris," menurut pernyataan Tarar.
Pemerintah Taliban secara konsisten membantah tuduhan tersebut.
Setelah ledakan 9 Oktober di Kabul, yang bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Muttaqi ke New Delhi, Taliban melancarkan serangan balasan di perbatasan, yang memicu respons dari Pakistan.
Gencatan senjata awal selama 48 jam berakhir sebelum gencatan senjata kedua muncul pada 19 Oktober menyusul perundingan di Doha, yang juga ditengahi oleh Qatar dan Turki.
Perbatasan antara kedua negara tetangga tersebut telah ditutup selama lebih dari dua minggu, dan hanya warga Afghanistan yang diusir dari Pakistan yang diizinkan untuk menyeberang.
Di kota perbatasan Afghanistan, Spin Boldak, seorang pengemudi mengatakan kepada AFP pada hari Senin bahwa "buah-buahan membusuk" di dalam truk.
"Ada 50 hingga 60 truk, beberapa membawa apel, yang lain membawa delima dan anggur," kata Gul, 25 tahun, yang hanya menyebutkan nama depannya.
"Kami menunggu dan mendesak pemerintah untuk membuka kembali" perbatasan, katanya.
Lihat Juga :