7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Burevestnik Bertenaga Nuklir yang Paling Mengerikan
Senin, 27 Oktober 2025 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
2. Rudal BGM-109 Tomahawk AS
Spesifikasi:•Kecepatan: mach 0.7–0.8 (kategori subsonik)
•Jangkauan: rata-rata lebih dari 1.000 km untuk beberapa varian.
•Bobot hulu ledak: 450 kg (konvensional/cluster pada beberapa varian).
•Panduan: INS, GPS, peta digital, terminal seeker (di varian modern); dikenal karena akurasi tinggi dan kemampuan terbang terkutub (terrain-following rendah).
•Status operasional: Sudah terbukti operasionalnya di berbagai medan tempur, termasuk di Suriah.
Tomahawk adalah tolok ukur rudal jelajah jarak jauh subsonik yang terbukti secara operasional (banyak dipakai konflik sejak 1990-an). Keunggulannya adalah jangkauan, akurasi, kemampuan peluncuran dari banyak platform (kapal perang dan kapal selama.
Keterbatasannya adalah kecepatan subsonik, yang berarti lebih rentan terhadap pertahanan udara modern bila sistem pertahanan musuh sangat canggih. Namun taktik penggunaan jumlah, rute, penyerangan terintegrasi tetap membuatnya efektif.
3. Rudal 3M22 Zircon Rusia
Spesifikasi:•Kecepatan: diperkirakan hingga Mach 8–9 (kategori hipersonik).
•Jangkauan: estimasi bervariasi, antara 400–1.000 km tergantung profil terbang.
•Bobot hulu ledak: sekitar 300–400 kg (hulu ledak konvensional), namun ada juga klaim bahwa misil ini mampu membawa hulu ledak nuklir.
•Propulsi: booster roket dan scramjet untuk mencapai kecepatan hipersonik.
•Status operasional: Rudal Zircon sudah dioperasikan dalam medan tempur, yakni dalam perang Rusia melawan Ukraina.
Kecepatan hipersonik membuat Zircon sangat sulit dideteksi dan diintersepsi oleh sistem pertahanan musuh.
Namun informasi publik tentang jumlah produksi, efektivitas operasional jangka panjang, dan ketersediaan luas masih terbatas.
4. Rudal BrahMos (India–Rusia)
Spesifikasi:•Kecepatan: mach 2–3 (kategori supersonik).
•Jangkauan: varian ekspor biasanya 290 km, sedangkan varian domestik dilaporkan mencapai 400–800 km tergantung versi BrahMos-ER atau BrahMos-NG.
•Bobot hulu ledak: sekitar 200–300 kg (hulu ledak konvensional).
•Panduan: BrahMos mengandalkan INS, GNSS, dan terminal seeker untuk operasionalnya.
•Status operasional: laporan media India mengeklaim rudal BrahMos telah dioperasikan dalam medan tempur, yakni saat perang singkat melawan Pakistan Mei lalu.
Kecepatan supersonik memberi BrahMos keunggulan penembusan terhadap pertahanan udara dibanding rudal subsonik seperti Tomahawk AS. Fleksibilitas platform (udara/darat/laut/kapal selam) dan interoperabilitas yang terus ditingkatkan menjadikannya senjata yang sangat berguna untuk penolakan wilayah laut (A2/AD).
5. Rudal Kalibr Rusia
Spesifikasi:•Kecepatan: tergantung pada beberapa varian, seperti subsonik (mach 0.8), dan varian anti-kapal 3M-54 memiliki sprint supersonik di fase terminal (mach 2.5–3).
•Jangkauan: sangat bergantung varian—estimasi ratusan km untuk ekspor, yakni 200–300 km, sedangkan varian domestik mencapai 1.500–2.500 km.
•Bobot hulu ledak: 400–500 kg (hulu ledak konvensional atau pun nuklir untuk beberapa varian).
•Panduan: rudal Kalibr membutuhkan INS, GLONASS/GNSS, dan terminal radar/IR untuk varian anti-kapal; akurasi dilaporkan 2–3 m pada versi tertentu.
Lihat Juga :