Disaksikan Trump, Thailand dan Kamboja Sepakati Perjanjian Damai

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:30 WIB
loading...
A A A
"Sedihnya, Ibu Suri Thailand baru saja meninggal dunia. Saya menyampaikan belasungkawa kepada Rakyat Thailand yang Agung," tulis Trump pada hari Sabtu.

"Untuk mengakomodasi semua orang dalam acara besar ini, kami akan menandatangani Perjanjian Damai segera setelah kedatangan."

Anutin pada hari Sabtu menunda keberangkatannya ke KTT Kuala Lumpur setelah wafatnya Ibu Suri, tetapi mengatakan ia masih ingin terbang untuk mencapai kesepakatan damai dengan Kamboja, yang akan disaksikan oleh Trump.

Menurut media berita AS, Politico, partisipasi Trump di KTT ASEAN bergantung pada apakah blok tersebut akan mengadakan upacara gencatan senjata resmi dengan dia sebagai pemimpinnya.

Pekan lalu, Trump menyatakan bahwa syarat lain untuk partisipasi Trump di ASEAN adalah pejabat China tidak boleh menghadiri upacara tersebut.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan pada 14 Oktober bahwa Malaysia dan AS akan bertindak sebagai fasilitator untuk "mewujudkan kesepakatan gencatan senjata yang lebih luas" antara Thailand dan Kamboja, yang akan mewajibkan "kedua belah pihak untuk menyingkirkan semua ranjau darat dan menarik peralatan militer mereka dari perbatasan".

"Kami berharap kedua belah pihak dapat memenuhi persyaratan ini dan deklarasi dapat ditandatangani selama KTT ASEAN," tambah Mohamad.

BacaJuga: Tak Trauma Kalah dari Trump, Kamala Harris Siap Maju Capres 2028

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja meletus pada bulan Juli menjadi bentrokan militer paling mematikan dalam beberapa dekade, menewaskan lebih dari 40 orang dan memaksa sekitar 300.000 orang mengungsi dari rumah mereka.
Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata – yang sebagian ditengahi oleh Trump – setelah lima hari pertempuran, dan sejak itu berulang kali saling tuduh melanggar gencatan senjata.

Hun Manet sebelumnya mengatakan bahwa ia menominasikan presiden AS untuk Hadiah Nobel Perdamaian, memujinya atas "diplomasi inovatif" yang mengakhiri bentrokan.

Namun, Anutin meremehkan upaya Trump untuk berperan sebagai mediator.

Ketika didesak apakah pencalonan Kamboja dapat membuat presiden AS memandang Phnom Penh secara positif, Anutin mengatakan awal bulan ini: “Saya hanya peduli pada kepentingan Thailand, keselamatan rakyat Thailand, dan kedaulatan negara. Siapa pun yang memenangkan hadiah tidak ada hubungannya dengan apa yang harus dilakukan Thailand.”

Namun, Trump tidak memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 yang sangat didambakannya, dengan penerima tahun ini adalah Maria Corina Machado, pemimpin gerakan oposisi Venezuela.

Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya pada bulan Januari, Trump berulang kali menegaskan bahwa ia pantas menerima Nobel atas perannya dalam menyelesaikan berbagai konflik – sebuah klaim yang menurut para pengamat dibesar-besarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Desta Dilarikan ke Rumah...
Desta Dilarikan ke Rumah Sakit usai Mata Terkena Bola Padel
Berita Terkini
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved