Disaksikan Trump, Thailand dan Kamboja Sepakati Perjanjian Damai

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:30 WIB
loading...
Disaksikan Trump, Thailand...
Thailand dan Kamboja resmi berdamai di depan Donald Trump. Foto/X/@channthaso
A A A
KUALA LUMPUR - Thailand dan Kamboja sepakat untuk menghentikan semua permusuhan di wilayah perbatasan yang disengketakan dan membebaskan tentara yang ditangkap. Itu sebagai bagian dari apa yang disebut oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai "kesepakatan damai" dan "pekerjaan luar biasa bagi kemanusiaan".

Trump memimpin penandatanganan perjanjian tersebut oleh Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan mitranya dari Kamboja Hun Manet pada hari Minggu di sela-sela KTT ASEAN. Kesepakatan itu juga disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, ketua bergilir blok tersebut.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut mencakup kesepakatan kedua negara untuk menghentikan semua permusuhan, pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan, dan pengerahan pengamat dari ASEAN, termasuk Malaysia, untuk memastikan perdamaian terwujud dan lestari.

"Saya yakin itu akan terjadi," kata Trump, seraya menambahkan bahwa kesepakatan itu dapat menyelamatkan "jutaan nyawa".

"Atas nama Amerika Serikat, saya bangga dapat membantu menyelesaikan konflik ini dan menempa masa depan bagi kawasan ini, tempat negara-negara merdeka yang bangga dapat makmur dan berkembang (dengan) keamanan, keselamatan, dan perdamaian," tambahnya, dilansir CNA.

Ia mengatakan bahwa ketika pertempuran pecah antara kedua negara pada bulan Juli, pemerintahannya "segera mulai bekerja untuk mencegah konflik meningkat" dan terdapat "banyak panggilan telepon" antara dirinya, Anwar, dan Perdana Menteri Thailand dan Kamboja.

Trump juga mengumumkan pada hari Minggu bahwa AS akan menandatangani "kesepakatan perdagangan besar" dengan Kamboja dan perjanjian mineral penting yang "sangat penting" dengan Thailand, seraya menambahkan bahwa AS akan memiliki perdagangan dan kerja sama yang "kuat" dengan kedua negara "selama mereka hidup dalam damai".

"Dan saya benar-benar merasa bahwa ketika kita membuat kesepakatan, ketika Anda melihat dua negara yang banyak berbisnis dengan kita, kita banyak berbisnis, kita harus menggunakan bisnis itu untuk memastikan mereka tidak terlibat perang," kata Trump.

Anwar memberikan penghormatan atas upaya Trump dalam mendorong kesepakatan dan mengakhiri permusuhan di perbatasan.

“Kami, tentu saja, mengagumi kegigihan Anda, keberanian Anda, karena dunia membutuhkan para pemimpin yang mempromosikan perdamaian dengan kuat,” kata Anwar.

Sementara itu, Hun Manet dari Kamboja mengatakan bahwa para komandan dari Thailand dan Kamboja sedang membahas kemungkinan penarikan senjata dari perbatasan, dan menambahkan bahwa hal ini merupakan "indikasi kesediaan kami" untuk melaksanakan deklarasi bersama.

Anutin juga menjanjikan upaya untuk mengimplementasikan deklarasi bersama "sepenuhnya dan dengan itikad baik" guna membangun kembali stabilitas dan kepercayaan di tengah "kerja sama yang diperbarui antara Thailand dan Kamboja".

Anutin telah meminta agar penandatanganan diundur ke jadwal yang lebih awal pada hari Minggu karena wafatnya Ibu Suri Kerajaan.

Dengan demikian, perjanjian damai ditandatangani dalam acara resmi pertama Trump setelah ia mendarat di Kuala Lumpur sekitar pukul 10.00 pagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kane vs Haaland: Duel...
Kane vs Haaland: Duel Mesin Gol Penentu Tiket Semifinal
Amanda Zahra Ngaku Jadi...
Amanda Zahra Ngaku Jadi Korban Body Shaming Dokter Klinik Kecantikan
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved