Tak Trauma Kalah dari Trump, Kamala Harris Siap Maju Capres 2028
Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:48 WIB
loading...
Kamala Harris akan maju lagi pada pemilu 2028 mendatang. Foto/X/@KamalaHarris
A
A
A
WASHINGTON - Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris mengindikasikan ia mungkin akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden meskipun ia kalah dalam pemilihan presiden 2024 dari Donald Trump. Dia tak trauma dengan kekalahan dari Trump.
Dalam wawancara dengan BBC pada hari Sabtu, Harris, 61, mengatakan ia yakin dunia akan melihat seorang perempuan memimpin Gedung Putih "seumur hidup mereka."
Ketika ditanya apakah ia bisa menjadi orangnya, ia menjawab: "Mungkin," seraya menambahkan bahwa ia belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri pada tahun 2028.
"Saya belum selesai. Saya telah menjalani seluruh karier saya sebagai pelayan, dan itu sudah tertanam dalam diri saya. Dan ada banyak cara untuk melayani. Saya belum memutuskan apa yang akan saya lakukan di masa depan selain apa yang saya lakukan saat ini."
Baca Juga: Pejuang Palestina Minta Tentara Israel Ditarik Penuh dari Gaza dan Tepi Barat
Harris juga ditekan terkait peluang politiknya dalam pemilihan Gedung Putih setelah para bandar taruhan menempatkannya di belakang tokoh-tokoh selebritas seperti aktor dan mantan pegulat profesional Dwayne 'The Rock' Johnson.
Harris tetap tenang, mengatakan, "Saya tidak pernah mendengarkan jajak pendapat. Jika saya mendengarkan jajak pendapat, saya tidak akan mencalonkan diri untuk jabatan pertama atau jabatan kedua saya, dan saya pasti tidak akan duduk di sini dalam wawancara ini."
Harris menjadi calon presiden dari Partai Demokrat pada tahun 2024 setelah Joe Biden mengundurkan diri dari pencalonan menyusul debat yang gagal dengan Trump, di mana ia tampak tersendat-sendat dan kehilangan alur berpikirnya, yang memicu kekhawatiran tentang usia dan kesesuaiannya untuk jabatan tersebut. Harris kemudian menghadapi Trump, yang dengan telak mengalahkannya dalam pemilihan bulan November.
Dengan pemilihan presiden berikutnya yang tinggal tiga tahun lagi, media berspekulasi bahwa calon-calon Demokrat yang mungkin dalam pemilihan 2028 bisa jadi termasuk Harris, Gubernur California Gavin Newsom, dan Anggota DPR New York Alexandria Ocasio-Cortez.
Di antara Partai Republik, Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara luas dianggap sebagai calon-calon kunci yang paling mungkin. Trump sendiri telah mengisyaratkan kemungkinan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, meskipun Konstitusi melarang presiden terpilih lebih dari dua kali.
Dalam wawancara dengan BBC pada hari Sabtu, Harris, 61, mengatakan ia yakin dunia akan melihat seorang perempuan memimpin Gedung Putih "seumur hidup mereka."
Ketika ditanya apakah ia bisa menjadi orangnya, ia menjawab: "Mungkin," seraya menambahkan bahwa ia belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri pada tahun 2028.
"Saya belum selesai. Saya telah menjalani seluruh karier saya sebagai pelayan, dan itu sudah tertanam dalam diri saya. Dan ada banyak cara untuk melayani. Saya belum memutuskan apa yang akan saya lakukan di masa depan selain apa yang saya lakukan saat ini."
Baca Juga: Pejuang Palestina Minta Tentara Israel Ditarik Penuh dari Gaza dan Tepi Barat
Harris juga ditekan terkait peluang politiknya dalam pemilihan Gedung Putih setelah para bandar taruhan menempatkannya di belakang tokoh-tokoh selebritas seperti aktor dan mantan pegulat profesional Dwayne 'The Rock' Johnson.
Harris tetap tenang, mengatakan, "Saya tidak pernah mendengarkan jajak pendapat. Jika saya mendengarkan jajak pendapat, saya tidak akan mencalonkan diri untuk jabatan pertama atau jabatan kedua saya, dan saya pasti tidak akan duduk di sini dalam wawancara ini."
Harris menjadi calon presiden dari Partai Demokrat pada tahun 2024 setelah Joe Biden mengundurkan diri dari pencalonan menyusul debat yang gagal dengan Trump, di mana ia tampak tersendat-sendat dan kehilangan alur berpikirnya, yang memicu kekhawatiran tentang usia dan kesesuaiannya untuk jabatan tersebut. Harris kemudian menghadapi Trump, yang dengan telak mengalahkannya dalam pemilihan bulan November.
Dengan pemilihan presiden berikutnya yang tinggal tiga tahun lagi, media berspekulasi bahwa calon-calon Demokrat yang mungkin dalam pemilihan 2028 bisa jadi termasuk Harris, Gubernur California Gavin Newsom, dan Anggota DPR New York Alexandria Ocasio-Cortez.
Di antara Partai Republik, Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara luas dianggap sebagai calon-calon kunci yang paling mungkin. Trump sendiri telah mengisyaratkan kemungkinan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, meskipun Konstitusi melarang presiden terpilih lebih dari dua kali.
(ahm)
Lihat Juga :