Hadapi Serangan Rasis dan Kebencian, Calon Wali Kota New York Tetap Pertahankan Islam Jadi Agamanya

Minggu, 26 Oktober 2025 - 02:20 WIB
loading...
Hadapi Serangan Rasis...
Zohran Mamdani tetap mempertahankan Islam sebagai agamanya. Foto/X/@ZohranKMamdani
A A A
KUALA LUMPUR - Kandidat wali kota New York City, Zohran Mamdani , menyampaikan pidato emosional yang menanggapi "serangan rasis dan tak berdasar" dari para pesaingnya. Itu diungkapkan sehari sebelum pemungutan suara awal dimulai dalam pemilihan yang diproyeksikan akan dimenangkannya.

Berbicara di luar sebuah masjid di Bronx pada hari Jumat, Mamdani mengkritik lawan-lawannya karena mengangkat "kebencian ke garis depan", dan menyatakan bahwa Islamofobia mereka tidak hanya memengaruhi dirinya sebagai calon wali kota dari Partai Demokrat, tetapi juga hampir satu juta Muslim yang tinggal di New York.

“Menjadi Muslim di New York berarti mengharapkan penghinaan, tetapi penghinaan tidak membuat kita berbeda. Ada banyak warga New York yang menghadapinya. Toleransi terhadap penghinaan itulah yang membedakannya,” kata Mamdani dalam pidatonya, kurang dari dua minggu menjelang pemilihan umum 4 November, dilansir Al Jazeera.

Mamdani, yang saat ini menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York, mengatakan bahwa meskipun ia telah mencoba memfokuskan kampanye pemilihannya pada pesan inti tentang keterjangkauan, lawan-lawannya dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan bahwa "Islamofobia telah muncul sebagai salah satu dari sedikit area yang disepakati".

Pidatonya juga disampaikan sehari setelah lawan utamanya, mantan Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo, tertawa setelah pembawa acara radio Sid Rosenberg mengatakan bahwa Mamdani "akan bersorak" jika serangan 11 September terjadi lagi.

Cuomo, yang merupakan anggota Partai Demokrat tetapi kalah dalam pemilihan pendahuluan Demokrat dari Mamdani pada bulan Juni, menanggapi sependapat dengan Rosenberg: "Itu masalah lain."

Basim Elkarra, direktur eksekutif kelompok advokasi Muslim CAIR Action, menggambarkan penampilan Cuomo di program radio tersebut sebagai "keji, berbahaya, dan mendiskualifikasi".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Berita Terkini
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Infografis
Wali Kota Bandung Yana...
Wali Kota Bandung Yana Mulyana Resmi Jadi Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved