Trump Ampuni Pendiri Binance yang Dihukum dalam Kasus Pencucian Uang di Bursa Kripto
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 21:30 WIB
loading...
Pendiri Binance, Changpeng Zhao. Foto/bit2me
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengampuni pendiri Binance, Changpeng Zhao, yang sebelumnya dihukum karena memfasilitasi pencucian uang di bursa kripto tersebut. Gedung Putih mengumumkan keputusan Trump tersebut.
Binance dan CEO-nya saat itu, Zhao, mengaku bersalah pada November 2023 atas pelanggaran Undang-Undang Kerahasiaan Bank AS, mengakui mereka gagal menegakkan aturan anti-pencucian uang.
Jaksa penuntut mengatakan bursa tersebut gagal melaporkan lebih dari 100.000 transaksi mencurigakan, termasuk yang terkait dengan terorisme dan eksploitasi anak.
Binance dilarang beroperasi di AS dan setuju membayar denda sebesar USD4,3 miliar, sementara Zhao mengundurkan diri sebagai CEO dan membayar USD50 juta. Ia kemudian dijatuhi hukuman empat bulan penjara.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pada hari Kamis bahwa Trump telah "menjalankan kewenangan konstitusionalnya" dengan mengampuni Zhao, mengklaim ia telah "dihukum terlalu berat" oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden "dalam perang mereka melawan mata uang kripto."
Pengumuman ini menyusul lobi Binance selama berbulan-bulan dan muncul di tengah hubungan yang semakin erat dengan Trump.
Sebelumnya, Trump skeptis terhadap kripto, tapi dia tahun lalu berjanji menjadikan AS "ibu kota kripto dunia."
Keluarga Trump telah mempererat hubungan dengan industri ini melalui berbagai usaha dan investasi.
Awal tahun ini, Binance mendukung World Liberty Financial –usaha kripto yang didirikan bersama oleh Trump dan putra-putranya, yang telah mengumpulkan sekitar USD550 juta dalam penjualan token sejak 2024 – dengan menerima stablecoin USD1-nya.
Pengampunan untuk Zhao, yang menurut para analis dapat memungkinkan Binance melanjutkan operasi di AS, menuai kritik bahwa Trump membantu seorang tokoh yang perusahaannya telah menguntungkan keluarganya secara finansial.
Senator Elizabeth Warren, anggota senior Komite Perbankan Senat, mengecam langkah tersebut sebagai "korupsi" dan mendesak Kongres untuk bertindak.
Para kritikus mengklaim usaha kripto dan kekuatan politik Trump tumpang tindih secara berbahaya.
Pada bulan Agustus, New York Times menuduhnya menggunakan jabatannya untuk mempromosikan proyek kripto pribadi, termasuk token 'TRUMP' berbasis Solana yang diluncurkan awal tahun ini.
Trump, yang bulan lalu mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai USD15 miliar terhadap surat kabar tersebut, membela pengampunan Zhao, dengan mengatakan kepada para wartawan bahwa ia telah bertindak "atas permintaan banyak orang yang sangat baik."
Zhao berterima kasih kepada Trump di X, dan berjanji "melakukan segala yang kami bisa untuk membantu menjadikan Amerika sebagai Ibu Kota Kripto."
Baca juga: Bertemu Netanyahu, Wapres AS Vance Sampaikan Pesan Tegas Trump untuk PM Israel
Binance dan CEO-nya saat itu, Zhao, mengaku bersalah pada November 2023 atas pelanggaran Undang-Undang Kerahasiaan Bank AS, mengakui mereka gagal menegakkan aturan anti-pencucian uang.
Jaksa penuntut mengatakan bursa tersebut gagal melaporkan lebih dari 100.000 transaksi mencurigakan, termasuk yang terkait dengan terorisme dan eksploitasi anak.
Binance dilarang beroperasi di AS dan setuju membayar denda sebesar USD4,3 miliar, sementara Zhao mengundurkan diri sebagai CEO dan membayar USD50 juta. Ia kemudian dijatuhi hukuman empat bulan penjara.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pada hari Kamis bahwa Trump telah "menjalankan kewenangan konstitusionalnya" dengan mengampuni Zhao, mengklaim ia telah "dihukum terlalu berat" oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden "dalam perang mereka melawan mata uang kripto."
Pengumuman ini menyusul lobi Binance selama berbulan-bulan dan muncul di tengah hubungan yang semakin erat dengan Trump.
Sebelumnya, Trump skeptis terhadap kripto, tapi dia tahun lalu berjanji menjadikan AS "ibu kota kripto dunia."
Keluarga Trump telah mempererat hubungan dengan industri ini melalui berbagai usaha dan investasi.
Awal tahun ini, Binance mendukung World Liberty Financial –usaha kripto yang didirikan bersama oleh Trump dan putra-putranya, yang telah mengumpulkan sekitar USD550 juta dalam penjualan token sejak 2024 – dengan menerima stablecoin USD1-nya.
Pengampunan untuk Zhao, yang menurut para analis dapat memungkinkan Binance melanjutkan operasi di AS, menuai kritik bahwa Trump membantu seorang tokoh yang perusahaannya telah menguntungkan keluarganya secara finansial.
Senator Elizabeth Warren, anggota senior Komite Perbankan Senat, mengecam langkah tersebut sebagai "korupsi" dan mendesak Kongres untuk bertindak.
Para kritikus mengklaim usaha kripto dan kekuatan politik Trump tumpang tindih secara berbahaya.
Pada bulan Agustus, New York Times menuduhnya menggunakan jabatannya untuk mempromosikan proyek kripto pribadi, termasuk token 'TRUMP' berbasis Solana yang diluncurkan awal tahun ini.
Trump, yang bulan lalu mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai USD15 miliar terhadap surat kabar tersebut, membela pengampunan Zhao, dengan mengatakan kepada para wartawan bahwa ia telah bertindak "atas permintaan banyak orang yang sangat baik."
Zhao berterima kasih kepada Trump di X, dan berjanji "melakukan segala yang kami bisa untuk membantu menjadikan Amerika sebagai Ibu Kota Kripto."
Baca juga: Bertemu Netanyahu, Wapres AS Vance Sampaikan Pesan Tegas Trump untuk PM Israel
(sya)
Lihat Juga :