Jenderal Tertinggi Paris: Prancis Harus Siap Perang Melawan Rusia 4 Tahun Lagi!
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 07:07 WIB
loading...
Panglima Militer Prancis Jenderal Fabien Mandon menyatakan pasukan negaranya harus siap untuk perang melawan Rusia setidaknya pada tahun 2028. Foto/IRIA News
A
A
A
PARIS - Panglima Militer Prancis Jenderal Fabien Mandon mengatakan pasukan negaranya harus siap untuk berperang melawan Rusia setidaknya pada tahun 2028. Ini menjadi komentar keras pertama setelah Mandon diangkat menjadi jenderal tertinggi negara Eropa tersebut.
Moskow telah berulang kali membantah klaim bahwa mereka berencana menyerang negara-negara Uni Eropa, dengan mengatakan bahwa tuduhan semacam itu digunakan oleh politisi Eropa untuk menakut-nakuti rakyat dan membenarkan peningkatan anggaran militer.
Rusia juga mengatakan bahwa posisi mereka membela diri dalam perang melawan Ukraina, dengan menuduh NATO memprovokasi permusuhan.
Baca Juga: Medvedev: AS Berada di Jalur Perang dengan Rusia
Mandon, yang menjadi jenderal tertinggi Prancis pada awal September, mengatakan kepada Komite Pertahanan Majelis Nasional pada hari Rabu: "Rusia adalah negara yang mungkin tergoda untuk melanjutkan perang di benua kami."
"Tujuan pertama yang saya berikan kepada angkatan bersenjata adalah untuk siap dalam tiga atau empat tahun menghadapi kejutan yang akan menjadi semacam ujian [oleh Moskow]," klaimnya.
"Ujian tersebut sudah ada dalam bentuk hibrida, tetapi mungkin menjadi lebih keras," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/10/2025).
Menurut sang jenderal, Prancis dan negara-negara Eropa Barat lainnya harus meningkatkan anggaran pertahanan karena Rusia memiliki persepsi tentang Eropa yang secara kolektif lemah.
"Negara-negara NATO di benua ini memiliki segalanya untuk memastikan diri kami dalam hal ekonomi, demografi, dan industri," kata Mandon. "Rusia tidak dapat menakut-nakuti kami jika kami bersedia membela diri," lanjut dia.
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin sebelumnya mengatakan bahwa, menurut rancangan anggaran pertahanan, belanja militer di negara itu akan meningkat menjadi €57,1 miliar (USD66,3 miliar) tahun depan, naik 13% dibandingkan tahun 2025 dan mencapai 2,2% dari PDB.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal bulan ini bahwa mereka di Barat yang terus menyebarkan "omong kosong" tentang dugaan niat agresif Moskow adalah "tidak kompeten atau tidak jujur."
“Terus terang, saya hanya ingin memberi tahu mereka: tenanglah, tidurlah yang nyenyak, dan akhirnya atasi masalah kalian sendiri. Lihat apa yang terjadi di jalanan kota-kota Eropa; apa yang terjadi dengan ekonomi, industri, budaya, dan identitas Eropa; dengan utang yang sangat besar dan krisis sistem jaminan sosial yang semakin parah, migrasi yang tidak terkendali, serta meningkatnya kekerasan, termasuk kekerasan politik,” tegas Putin.
Moskow telah berulang kali membantah klaim bahwa mereka berencana menyerang negara-negara Uni Eropa, dengan mengatakan bahwa tuduhan semacam itu digunakan oleh politisi Eropa untuk menakut-nakuti rakyat dan membenarkan peningkatan anggaran militer.
Rusia juga mengatakan bahwa posisi mereka membela diri dalam perang melawan Ukraina, dengan menuduh NATO memprovokasi permusuhan.
Baca Juga: Medvedev: AS Berada di Jalur Perang dengan Rusia
Mandon, yang menjadi jenderal tertinggi Prancis pada awal September, mengatakan kepada Komite Pertahanan Majelis Nasional pada hari Rabu: "Rusia adalah negara yang mungkin tergoda untuk melanjutkan perang di benua kami."
"Tujuan pertama yang saya berikan kepada angkatan bersenjata adalah untuk siap dalam tiga atau empat tahun menghadapi kejutan yang akan menjadi semacam ujian [oleh Moskow]," klaimnya.
"Ujian tersebut sudah ada dalam bentuk hibrida, tetapi mungkin menjadi lebih keras," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/10/2025).
Menurut sang jenderal, Prancis dan negara-negara Eropa Barat lainnya harus meningkatkan anggaran pertahanan karena Rusia memiliki persepsi tentang Eropa yang secara kolektif lemah.
"Negara-negara NATO di benua ini memiliki segalanya untuk memastikan diri kami dalam hal ekonomi, demografi, dan industri," kata Mandon. "Rusia tidak dapat menakut-nakuti kami jika kami bersedia membela diri," lanjut dia.
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin sebelumnya mengatakan bahwa, menurut rancangan anggaran pertahanan, belanja militer di negara itu akan meningkat menjadi €57,1 miliar (USD66,3 miliar) tahun depan, naik 13% dibandingkan tahun 2025 dan mencapai 2,2% dari PDB.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal bulan ini bahwa mereka di Barat yang terus menyebarkan "omong kosong" tentang dugaan niat agresif Moskow adalah "tidak kompeten atau tidak jujur."
“Terus terang, saya hanya ingin memberi tahu mereka: tenanglah, tidurlah yang nyenyak, dan akhirnya atasi masalah kalian sendiri. Lihat apa yang terjadi di jalanan kota-kota Eropa; apa yang terjadi dengan ekonomi, industri, budaya, dan identitas Eropa; dengan utang yang sangat besar dan krisis sistem jaminan sosial yang semakin parah, migrasi yang tidak terkendali, serta meningkatnya kekerasan, termasuk kekerasan politik,” tegas Putin.
(mas)
Lihat Juga :