Taktik Baru Rusia Akan Ciptakan Musim Dingin di Ukraina seperti Neraka yang Mematikan
Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Rusia juga memodifikasi rudalnya melalui pembaruan perangkat lunak untuk menyimpang dari jalur yang dapat diprediksi dan membingungkan sistem pertahanan udara canggih yang dipasok Barat, termasuk Patriot buatan AS.
Modifikasi tersebut mengubah tingkat intersepsi rudal secara dramatis dari 37 persen pada bulan Agustus menjadi 6 persen pada bulan September, menurut analisis oleh Centre for Information Resilience, sebuah kelompok yang berbasis di London.
Hasilnya sangat menghancurkan.
Pada tanggal 28 Agustus, rudal Rusia merusak sebuah pabrik yang hampir selesai di Kyiv timur yang dimaksudkan untuk memproduksi drone Bayraktar rancangan Turki. Dua rudal lagi menghantam gedung apartemen di dekatnya, menghancurkan dua dari lima lantainya, menewaskan 22 warga sipil, termasuk empat anak-anak, dan melukai puluhan lainnya.
"Saya terbangun dan langsung menarik selimut menutupi kepala saya," ujar Anatoly, seorang pensiunan berusia 63 tahun, kepada Al Jazeera beberapa jam kemudian, menjelaskan bagaimana selimut yang ia kenakan menyelamatkan wajahnya dari pecahan kaca seukuran belati.
Ia berbicara sambil menghisap rokok demi rokok, berdiri di samping kru penyelamat dan barang-barang miliknya yang tersisa – mesin pencuci piring, beberapa rak, dan seikat pakaian.
Seorang anggota parlemen, pejabat kota, dan prajurit Garda Nasional terlibat dalam skema tersebut, dan empat tersangka yang tidak diketahui identitasnya telah ditangkap, kata badan-badan tersebut.
"Harus ada akuntabilitas penuh dan adil untuk ini," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah pidato video.
Kasus korupsi ini menggarisbawahi kegagalan Ukraina dalam melindungi infrastruktur energi yang telah dihantam sejak Oktober 2022, kata para analis.
"Alih-alih menempatkan [infrastruktur] di bawah tanah dalam tiga tahun, mereka menempatkan karung pasir di sekitarnya dan mencuri dana untuk 'pencegat drone' yang tidak berarti namun mengesankan," ujar Nikolay Mitrokhin, seorang peneliti di Universitas Bremen Jerman yang menulis ratusan laporan rinci tentang permusuhan tersebut, kepada Al Jazeera.
Akibatnya, infrastruktur energi kini hampir runtuh.
Modifikasi tersebut mengubah tingkat intersepsi rudal secara dramatis dari 37 persen pada bulan Agustus menjadi 6 persen pada bulan September, menurut analisis oleh Centre for Information Resilience, sebuah kelompok yang berbasis di London.
Hasilnya sangat menghancurkan.
Pada tanggal 28 Agustus, rudal Rusia merusak sebuah pabrik yang hampir selesai di Kyiv timur yang dimaksudkan untuk memproduksi drone Bayraktar rancangan Turki. Dua rudal lagi menghantam gedung apartemen di dekatnya, menghancurkan dua dari lima lantainya, menewaskan 22 warga sipil, termasuk empat anak-anak, dan melukai puluhan lainnya.
"Saya terbangun dan langsung menarik selimut menutupi kepala saya," ujar Anatoly, seorang pensiunan berusia 63 tahun, kepada Al Jazeera beberapa jam kemudian, menjelaskan bagaimana selimut yang ia kenakan menyelamatkan wajahnya dari pecahan kaca seukuran belati.
Ia berbicara sambil menghisap rokok demi rokok, berdiri di samping kru penyelamat dan barang-barang miliknya yang tersisa – mesin pencuci piring, beberapa rak, dan seikat pakaian.
4. Diperparah Skandal Korupsi
Pada awal Agustus, badan antikorupsi Ukraina mengungkap skema korupsi raksasa untuk menggelembungkan biaya instalasi anti-drone hingga 30 persen.Seorang anggota parlemen, pejabat kota, dan prajurit Garda Nasional terlibat dalam skema tersebut, dan empat tersangka yang tidak diketahui identitasnya telah ditangkap, kata badan-badan tersebut.
"Harus ada akuntabilitas penuh dan adil untuk ini," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah pidato video.
Kasus korupsi ini menggarisbawahi kegagalan Ukraina dalam melindungi infrastruktur energi yang telah dihantam sejak Oktober 2022, kata para analis.
"Alih-alih menempatkan [infrastruktur] di bawah tanah dalam tiga tahun, mereka menempatkan karung pasir di sekitarnya dan mencuri dana untuk 'pencegat drone' yang tidak berarti namun mengesankan," ujar Nikolay Mitrokhin, seorang peneliti di Universitas Bremen Jerman yang menulis ratusan laporan rinci tentang permusuhan tersebut, kepada Al Jazeera.
Akibatnya, infrastruktur energi kini hampir runtuh.
Lihat Juga :