Eks Menlu Yordania: Negara-negara Teluk Tak akan Bangun Lagi Gaza Tanpa Pengakuan Negara Palestina
Rabu, 22 Oktober 2025 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Knesset Israel telah memberikan suara menentang gagasan solusi dua negara sepenuhnya, meskipun kebijakan tersebut telah menjadi dasar semua negosiasi sejak awal 1990-an.
"Uni Eropa telah menggelontorkan miliaran dolar ke Gaza, hanya untuk melihatnya dibom berulang kali. Uni Eropa tidak akan membangun kembali Gaza. Amerika Serikat tidak akan membangun kembali Gaza," ujar Muasher.
"Ya, akan ada janji, akan ada konferensi, tetapi semuanya hanya di atas kertas. Saya sama sekali tidak optimis bahwa rekonstruksi Gaza, sekali lagi, tanpa adanya cakrawala, akan terwujud," papar dia.
Amr Hamzawy, direktur program Timur Tengah Carnegie, mengatakan Mesir telah meminta AS membantu menyelenggarakan pertemuan puncak rekonstruksi untuk Gaza, tetapi "kondisi politik saat ini (masih) ambivalen, ambigu, dan tidak jelas".
"Kami memiliki rencana rekonstruksi yang telah dikembangkan oleh Mesir dan diadopsi oleh Liga Arab," ujarnya mengenai dokumen yang ditandatangani pada bulan Juli.
Dia mengatakan, “Dan saya yakin ini akan terus menjadi pendekatan holistik untuk merekonstruksi Gaza. Jadi ini bukan masalah kawasan atau Palestina yang tidak memiliki rencana. Rencananya sudah ada. Implementasinya bergantung pada kemauan politik di pihak Israel dan isu rekonstruksi regional dan internasional."
Muasher mengaku merasa pesimistis dengan rencana gencatan senjata Trump secara keseluruhan.
"Uni Eropa telah menggelontorkan miliaran dolar ke Gaza, hanya untuk melihatnya dibom berulang kali. Uni Eropa tidak akan membangun kembali Gaza. Amerika Serikat tidak akan membangun kembali Gaza," ujar Muasher.
"Ya, akan ada janji, akan ada konferensi, tetapi semuanya hanya di atas kertas. Saya sama sekali tidak optimis bahwa rekonstruksi Gaza, sekali lagi, tanpa adanya cakrawala, akan terwujud," papar dia.
Amr Hamzawy, direktur program Timur Tengah Carnegie, mengatakan Mesir telah meminta AS membantu menyelenggarakan pertemuan puncak rekonstruksi untuk Gaza, tetapi "kondisi politik saat ini (masih) ambivalen, ambigu, dan tidak jelas".
"Kami memiliki rencana rekonstruksi yang telah dikembangkan oleh Mesir dan diadopsi oleh Liga Arab," ujarnya mengenai dokumen yang ditandatangani pada bulan Juli.
Dia mengatakan, “Dan saya yakin ini akan terus menjadi pendekatan holistik untuk merekonstruksi Gaza. Jadi ini bukan masalah kawasan atau Palestina yang tidak memiliki rencana. Rencananya sudah ada. Implementasinya bergantung pada kemauan politik di pihak Israel dan isu rekonstruksi regional dan internasional."
Tidak Ada yang Jelas
Muasher mengaku merasa pesimistis dengan rencana gencatan senjata Trump secara keseluruhan.
Lihat Juga :