Israel Langgar Gencatan Senjata, Hamas: Pernyataan Mediator dan Trump Tegaskan Perang Berakhir
Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada 9 Oktober, Hamas dan Israel menyepakati gencatan senjata dan pertukaran tahanan setelah negosiasi tidak langsung di Sharm El Sheikh di bawah sponsor AS dan mediasi Qatar, Mesir, dan Turki.
Pada 13 Oktober, KTT Gaza diadakan di Sharm El Sheikh, yang diketuai bersama oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden AS Donald Trump, dengan partisipasi lebih dari 31 pemimpin negara dan organisasi regional dan internasional.
Para pemimpin Amerika Serikat, Mesir, Turki, dan Qatar menandatangani dokumen komprehensif mengenai perjanjian antara Israel dan gerakan Hamas.
Upaya-upaya ini dimaksudkan untuk mengakhiri genosida Israel di Jalur Gaza.
Dimulai pada 7 Oktober 2023, militer Israel, dengan dukungan Amerika, melancarkan perang genosida terhadap rakyat Gaza.
Kampanye ini sejauh ini telah mengakibatkan kematian lebih dari 68.000 warga Palestina, dengan lebih dari 170.000 orang terluka.
Sebagian besar penduduk telah mengungsi, dan penghancuran infrastruktur belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II. Ribuan orang masih hilang.
Pada 13 Oktober, KTT Gaza diadakan di Sharm El Sheikh, yang diketuai bersama oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden AS Donald Trump, dengan partisipasi lebih dari 31 pemimpin negara dan organisasi regional dan internasional.
Para pemimpin Amerika Serikat, Mesir, Turki, dan Qatar menandatangani dokumen komprehensif mengenai perjanjian antara Israel dan gerakan Hamas.
Genosida Gaza
Upaya-upaya ini dimaksudkan untuk mengakhiri genosida Israel di Jalur Gaza.
Dimulai pada 7 Oktober 2023, militer Israel, dengan dukungan Amerika, melancarkan perang genosida terhadap rakyat Gaza.
Kampanye ini sejauh ini telah mengakibatkan kematian lebih dari 68.000 warga Palestina, dengan lebih dari 170.000 orang terluka.
Sebagian besar penduduk telah mengungsi, dan penghancuran infrastruktur belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II. Ribuan orang masih hilang.
Lihat Juga :