Trump: Hamas Akan Dibasmi Jika Langgar Gencatan Senjata dengan Israel

Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:07 WIB
loading...
Trump: Hamas Akan Dibasmi...
Presiden AS Donald Trump ancam basmi Hamas jika melanggar gencatan senjata Gaza dengan Israel. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Dia akan memberi Hamas kesempatan untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata Gaza dengan Israel. Namun, dia mengancam akan membasmi kelompok tersebut jika gagal melakukannya.

"Kami membuat kesepakatan dengan Hamas bahwa mereka akan bersikap sangat baik, mereka akan berperilaku baik, mereka akan bersikap baik," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat dia menjamu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Senin waktu Washington.

"Dan jika tidak, kami akan pergi dan membasmi mereka, jika perlu. Mereka akan dibasmi, dan mereka tahu itu," ujarnya, seperti dikutip AFP, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: Netanyahu Bangga Israel Langgar Gencatan, Jatuhkan 153 Ton Bom di Gaza

Komentar Trump muncul ketika dua utusan utamanya bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah kekerasan akhir pekan mengancam akan menghancurkan gencatan senjata rapuh yang ditengahi Trump hampir dua minggu lalu.

Namun, Trump bersikeras bahwa pasukan Amerika tidak akan terlibat melawan Hamas, dengan mengatakan puluhan negara yang telah setuju untuk bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional untuk Gaza akan "senang hati untuk masuk".

"Selain itu, Israel akan masuk dalam dua menit, jika saya meminta mereka masuk," kata Trump.

"Tapi saat ini, kami belum mengatakan itu. Kami akan memberinya sedikit kesempatan, dan semoga akan ada sedikit lebih sedikit kekerasan. Tapi saat ini, Anda tahu, mereka adalah orang-orang yang kejam," ujarnya.

Trump mengatakan bahwa Hamas sekarang jauh lebih lemah, terutama mengingat pendukung regional Iran sekarang tidak mungkin turun tangan atas namanya setelah serangan AS dan Israel awal tahun ini.

Israel Akui Langgar Gencatan Senjata

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak hanya mengakui tapi juga bangga pasukannya telah melanggar gencatan senjata yang disepakati dengan Hamas. Menurutnya, pasukan Zionis telah menjatuhkan 153 ton bom di Jalur Gaza pada hari Minggu.

Berbicara pada pembukaan sidang musim dingin Knesset (Parlemen), Netanyahu menghadapi interupsi berulang kali dari anggota Parlemen oposisi yang memprotes kebijakan pemerintahnya dan perpanjangan perang Israel yang disengaja di Gaza.

“Selama gencatan senjata, dua tentara gugur. Kami menyerang mereka dengan 153 ton bom dan menyerang puluhan target di seluruh Jalur Gaza,” ujarnya.

Kantor media pemerintah Gaza melaporkan 80 pelanggaran gencatan senjata dilakukan Israel sejak perjanjian yang disponsori Amerika Serikat (AS) mulai berlaku pada 10 Oktober.

Pelanggaran perjanjian oleh Israel itu mengakibatkan 97 warga Palestina tewas, termasuk 44 orang pada hari Minggu saja, dan 230 lainnya luka-luka.

Setelah melanggar gencatan senjata yang menewaskan puluhan warga Palestina di Gaza, Israel menyatakan akan melanjutkan perjanjian tersebut.

Tel Aviv menuduh Hamas telah menyerang pasukannya di kota Rafah di selatan. Namun, kelompok perlawanan Palestina tersebut membantah terlibat serangan dan menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober, berdasarkan rencana bertahap yang diajukan oleh Trump. Tahap pertama mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved