3 Fakta Israel Langgar Gencatan Senjata, dari Serangan Udara hingga Kuasai 50 Persen Wilayah Gaza

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:45 WIB
loading...
3 Fakta Israel Langgar...
Israel melanggar gencatan senjata. Foto/X
A A A
GAZA - Militer Israel mengatakan akan melanjutkan penegakan gencatan senjata di Gaza setelah melancarkan serangan udara pada hari Minggu. Itu sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan" Hamas terhadap kesepakatan tersebut.

Serangan dimulai di Gaza selatan setelah militer Israel mengatakan "pejuang Hamas menembakkan rudal anti-tank dan tembakan" ke arah pasukannya di Rafah, menewaskan dua tentara.

Hamas mengatakan "tidak mengetahui" adanya bentrokan di wilayah yang dikuasai Israel.

Pada malam hari, Israel mengatakan telah menyerang target Hamas di seluruh Gaza, dengan sumber rumah sakit mengatakan 44 orang tewas.

Hamas menyatakan komitmennya terhadap gencatan senjata, tetapi menuduh Israel melakukan pelanggaran dan memperingatkan bahwa serangan dapat "mendorong situasi menuju kehancuran total".

Setelah pukul 21.00 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan "telah memulai kembali penegakan gencatan senjata", menambahkan bahwa mereka akan menjunjung tinggi perjanjian tersebut dan "menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran".

Pernyataan tersebut tidak secara langsung merinci apakah pengumuman sebelumnya untuk menangguhkan bantuan yang masuk ke Gaza juga telah dibatalkan.

Berbicara kepada wartawan saat tiba di Washington DC pada hari Minggu, Trump mengatakan gencatan senjata masih berlaku. Ia menambahkan bahwa Hamas telah "beringas dan mereka telah melakukan beberapa penembakan", tetapi mungkin saja "beberapa pemberontak di dalam" kelompok bersenjata tersebut.

"Bagaimanapun, ini akan ditangani dengan benar. Tegas tetapi tepat," tambahnya.

Tahap pertama kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS, yang dimulai pada 10 Oktober, menandai berakhirnya pertempuran dengan segera, penarikan sebagian pasukan Israel ke apa yang disebut garis kuning di sepanjang utara, timur, dan selatan Gaza, serta peningkatan bantuan.

Hamas telah membebaskan semua sandera yang masih hidup, serta jenazah 12 dari 28 korban tewas.

Israel telah membebaskan 250 tahanan Palestina di penjara-penjaranya dan 1.718 tahanan dari Gaza, dan mengembalikan 15 jenazah warga Palestina sebagai imbalan atas jenazah setiap sandera Israel.

Kesepakatan itu diuji pada hari Minggu. Gaza mengalami hari kekerasan terburuk sejak Presiden AS Donald Trump mengumpulkan para pemimpin dunia di Mesir pekan lalu di bawah spanduk bertuliskan "Perdamaian di Timur Tengah".

Tekanan Amerika kini dibutuhkan untuk menjaga kesepakatan gencatan senjata ini tetap berjalan, dan untuk itu, Steve Witkoff, utusan Trump, dan menantunya, Jared Kushner, akan segera tiba di Israel.

3 Fakta Israel Langgar Gencatan Senjata, dari Serangan Udara hingga Kuasai 50 Persen Wilayah Gaza

1. Tentara Israel Menyerang Rafah

Sebelumnya pada hari Minggu, militer Israel mengatakan "Hamas menembakkan rudal anti-tank dan tembakan ke arah pasukan IDF yang beroperasi untuk membongkar infrastruktur pejuang di wilayah Rafah, di Gaza selatan".

"Sebagai tanggapan, IDF telah mulai menyerang wilayah tersebut untuk menghilangkan ancaman dan membongkar terowongan serta struktur militer yang digunakan untuk kegiatan teroris."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved