Iran Gantung Mata-mata Mossad
Senin, 20 Oktober 2025 - 07:01 WIB
loading...
Otoritas berwenang Iran kembali menggantung seorang pria yang jadi mata-mata badan intelijen Israel, Mossad. Foto/Anadolu
A
A
A
TEHERAN - Otoritas berwenang Iran telah mengeksekusi gantung seorang pria yang dihukum mati karena menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad. Eksekusi ini diumumkan oleh pengadilan setempat pada hari Minggu.
Ini merupakan yang terbaru dari serangkaian eksekusi setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni lalu.
"Eksekusi mata-mata ini dilakukan setelah konfirmasi Mahkamah Agung dan penolakan permohonan grasinya di Penjara Qom," kata Kazem Mousavi, Ketua Mahkamah Agung Provinsi Qom, seperti dikutip situs web Mizan Online milik lembaga peradilan Iran.
Menurut laporan AFP, Senin (20/10/2025), identitas pria tersebut—yang digantung pada hari Sabtu di kota suci Qom, selatan Teheran—tidak segera diungkapkan.
Baca Juga: Iran Gantung Ilmuwan Nuklirnya karena Jadi Mata-mata Mossad
Menurut otoritas Iran, terpidana tersebut mulai menghubungi intelijen Israel pada Oktober 2023 dan ditangkap antara Januari dan Februari 2024.
Penyidik mengatakan terpidana telah mengaku bekerja sama dengan Mossad dan menyebarkan informasi rahasia Iran secara daring.
Awal bulan ini, enam pria dieksekusi di Provinsi Khuzestan atas tuduhan terorisme, kurang dari seminggu setelah seorang pria yang digambarkan sebagai salah satu mata-mata top Israel digantung.
Seorang pria lainnya, bernama Roozbeh Vadi, juga dieksekusi karena diduga menyebarkan informasi tentang seorang ilmuwan nuklir yang tewas selama perang 12 hari.
Republik Islam Iran, yang melaksanakan eksekusi dengan cara digantung, merupakan algojo paling produktif kedua di dunia setelah China, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International.
Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan setidaknya empat pemimpin suku tewas dalam sebuah serangan di provinsi tenggara Sistan-Baluchistan.
Garda tersebut menyalahkan kelompok tentara bayaran yang berafiliasi dengan rezim Israel atas serangan tersebut, tetapi tidak merinci kelompok mana yang bertanggung jawab.
Pihak berwenang di Iran sering menuduh kelompok-kelompok yang beroperasi di provinsi yang bergejolak itu memiliki hubungan dengan Israel dan menetapkan mereka sebagai organisasi teroris.
Ini merupakan yang terbaru dari serangkaian eksekusi setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni lalu.
"Eksekusi mata-mata ini dilakukan setelah konfirmasi Mahkamah Agung dan penolakan permohonan grasinya di Penjara Qom," kata Kazem Mousavi, Ketua Mahkamah Agung Provinsi Qom, seperti dikutip situs web Mizan Online milik lembaga peradilan Iran.
Menurut laporan AFP, Senin (20/10/2025), identitas pria tersebut—yang digantung pada hari Sabtu di kota suci Qom, selatan Teheran—tidak segera diungkapkan.
Baca Juga: Iran Gantung Ilmuwan Nuklirnya karena Jadi Mata-mata Mossad
Menurut otoritas Iran, terpidana tersebut mulai menghubungi intelijen Israel pada Oktober 2023 dan ditangkap antara Januari dan Februari 2024.
Penyidik mengatakan terpidana telah mengaku bekerja sama dengan Mossad dan menyebarkan informasi rahasia Iran secara daring.
Awal bulan ini, enam pria dieksekusi di Provinsi Khuzestan atas tuduhan terorisme, kurang dari seminggu setelah seorang pria yang digambarkan sebagai salah satu mata-mata top Israel digantung.
Seorang pria lainnya, bernama Roozbeh Vadi, juga dieksekusi karena diduga menyebarkan informasi tentang seorang ilmuwan nuklir yang tewas selama perang 12 hari.
Republik Islam Iran, yang melaksanakan eksekusi dengan cara digantung, merupakan algojo paling produktif kedua di dunia setelah China, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International.
Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan setidaknya empat pemimpin suku tewas dalam sebuah serangan di provinsi tenggara Sistan-Baluchistan.
Garda tersebut menyalahkan kelompok tentara bayaran yang berafiliasi dengan rezim Israel atas serangan tersebut, tetapi tidak merinci kelompok mana yang bertanggung jawab.
Pihak berwenang di Iran sering menuduh kelompok-kelompok yang beroperasi di provinsi yang bergejolak itu memiliki hubungan dengan Israel dan menetapkan mereka sebagai organisasi teroris.
(mas)
Lihat Juga :