Perdamaian Israel-Bahrain Tak Bantu Palestina

Senin, 14 September 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
“Ada banyak permasalahan di dunia Arab mulai dari ketegangan, revolusi, perang sipil, ketegangan di antara negara-negara Arab sendiri,” kata analis Palestina, Ghassan Khatib. “Palestina kini harus membayar mahal atas perpecahan dunia Arab,” ujarnya. (Baca juga: PSBB Jilid II ala Anies Kantongi Dukungan dari Kadin)

Palestina menginginkan dunia Arab satu suara untuk solusi menjadikan Palestina sebagai negara berdaulat dan menemukan solusi bagi jutaan pengungsi Palestina serta keturunannya. “Kita berharap negara Arab tetap pada konsensus tersebut,” kata Jibril Rajoub, pejabat senior Palestina. Ketika dunia Arab melanggar konsensus itu, maka mereka akan diisolasi dalam jangka waktu yang panjang.

Adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sangat berambisi mewujudkan ambisi untuk membuat perdamaian Israel dengan negara-negara Arab. Dengan mengajak Bahrain menormalkan hubungan dengan Israel, maka itu dianggap sebagai prestasi menjelang pemilu presiden pada November mendatang. Itu terjadi setelah Uni Emirat Arab (UEA) juga menyepakati normalisasi diplomasi dengan Israel dengan dalih perdamaian di Palestina.

“Negara Arab kedua yang berdamai dengan Israel dalam 30 hari,” ujar Trump. (Baca juga: Tiga Raksasa Asia Mundur, Bagaimana Nasib Piala Thomas dan Uber?)

Selama puluhan tahun, sebagian besar negara Arab memboikot Israel dan bersikeras bahwa mereka hanya akan menjalin hubungan setelah perselisihan dengan Palestina diselesaikan. “Satu lagi terobosan bersejarah!” Trump menulis di Twitter. “Dua kawan baik kami Israel dan Kerajaan Bahrain menyepakati Perjanjian Damai,” katanya.

Trump juga mengunggah salinan pernyataan bersama antara ketiga pemimpin negara—Trump, Netanyahu, dan Raja Bahrain Hamad bin Isa bin Salman al-Khalifa. “Inilah terobosan bersejarah untuk perdamaian lebih lanjut di Timur Tengah,” yang akan “meningkatkan stabilitas, keamanan, dan kemakmuran di kawasan”, demikian bunyi pernyataan itu. Trump akan memimpin upacara penandatanganan resmi perjanjian Israel-UEA di Gedung Putih, Selasa depan.

Presiden Trump membantu menengahi kedua kesepakatan tersebut. Sebelumnya, pada Januari lalu, ia mempresentasikan rencananya untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah yang bertujuan menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved