Perdamaian Israel-Bahrain Tak Bantu Palestina
Senin, 14 September 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Bahrain adalah negara Arab keempat di Timur Tengah setelah UEA, Mesir, dan Yordania yang mengakui negara Israel sejak pendiriannya pada 1948. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengaku senang bahwa satu lagi perjanjian damai telah dicapai dengan negara Arab.
“Ini adalah era baru perdamaian. Perdamaian untuk perdamaian. Ekonomi untuk ekonomi. Kami telah mengusahakan perdamaian selama bertahun-tahun dan sekarang perdamaian akan membuahkan usaha kami,” kata Netanyahu.
UEA menyambut baik langkah ini. Kementerian luar negerinya mengatakan normalisasi hubungan Israel dengan Bahrain adalah “pencapaian penting dan bersejarah yang akan memberikan kontribusi besar bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan”. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam Berdirinya Kota Solo)
Banyak yang menanti seperti apa tanggapan Arab Saudi. Belum ada indikasi bahwa kerajaan siap mengikuti langkah Bahrain dan UEA. Sebelum pengumuman perjanjian UEA-Israel pada Agustus, yang termasuk penangguhan rencana kontroversial Israel untuk mencaplok bagian Tepi Barat yang mereka kuasai, Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara-negara di Teluk Arab.
Pada bulan lalu untuk pertama kalinya dilakukan penerbangan resmi dari Israel ke UEA yang dipandang sebagai langkah besar menormalisasi hubungan. (Andika Mustaqim)
“Ini adalah era baru perdamaian. Perdamaian untuk perdamaian. Ekonomi untuk ekonomi. Kami telah mengusahakan perdamaian selama bertahun-tahun dan sekarang perdamaian akan membuahkan usaha kami,” kata Netanyahu.
UEA menyambut baik langkah ini. Kementerian luar negerinya mengatakan normalisasi hubungan Israel dengan Bahrain adalah “pencapaian penting dan bersejarah yang akan memberikan kontribusi besar bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan”. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam Berdirinya Kota Solo)
Banyak yang menanti seperti apa tanggapan Arab Saudi. Belum ada indikasi bahwa kerajaan siap mengikuti langkah Bahrain dan UEA. Sebelum pengumuman perjanjian UEA-Israel pada Agustus, yang termasuk penangguhan rencana kontroversial Israel untuk mencaplok bagian Tepi Barat yang mereka kuasai, Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara-negara di Teluk Arab.
Pada bulan lalu untuk pertama kalinya dilakukan penerbangan resmi dari Israel ke UEA yang dipandang sebagai langkah besar menormalisasi hubungan. (Andika Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :