7 Juta Warga AS Turun ke Jalanan Lawan Trump dengan Gerakan No Kings, Ini 6 Alasannya

Minggu, 19 Oktober 2025 - 15:06 WIB
loading...
A A A
“Pada tahun 60-an kami ingin memperluas hak – hak perempuan, hak gay, hak minoritas, hak suara,” katanya. “Tetapi semua itu kini dirampas. Sekarang seluruh demokrasi kita terancam, prinsip-prinsip dasarnya, pers, peradilan.”

Ia menggambarkan perasaan “sangat sedih, rasa kehilangan, ketakutan” di bawah pemerintahan Trump.

"Saya berharap bersama-sama, kita semua bisa menyelamatkan demokrasi," ujarnya.

Mengenakan pakaian dan wig era Perang Revolusi, anggota kelompok All in for Democracy menghadiri protes "No Kings" di Washington, DC.

"Saya hanya melihat semua institusi kita berubah, dan saya tidak ingin kita berubah sebagai sebuah negara dan sebagai masyarakat," kata Lee Ayres, warga DC, yang mengenakan mantel, wig, dan topi. "Saya ingin seluruh Amerika menyadari bahwa Deklarasi Kemerdekaan adalah tentang tidak adanya raja."

4. Hilangnya Kebebasan Berekspresi

Banyak demonstran menyuarakan apa yang mereka rasa sebagai ancaman terhadap kebebasan berekspresi di AS.

"Sepertinya kita tidak bisa (mengekspresikan diri) dengan damai atau aman saat ini, tanpa takut akan dampak" dari pemerintah, pekerjaan, atau keluarga, kata Bobbie Castillo, yang menempuh perjalanan berjam-jam dari kampung halamannya di Lincoln, Nebraska, ke DC untuk protes pertamanya.

Bill Nye, "The Science Guy," menggalang massa dalam protes di DC, dengan alasan bahwa Trump dan rekan-rekannya "tidak dapat menoleransi perbedaan pendapat."

"Bagi mereka, kebebasan berbicara kami menakutkan. Mereka menangkap orang dan mengabaikan proses hukum di pengadilan. Mereka mencoba membungkam pembawa acara televisi," kata Nye, mantan pembawa acara TV.

Para peserta di kota-kota kecil mengatakan mereka terkejut dengan besarnya jumlah peserta pada hari Sabtu.

Di Ashland, Oregon, Joel Lesko mengatakan hari itu adalah tentang "merayakan dengan penuh sukacita kecintaan kita pada Amerika, pada kebebasan berbicara, pada pentingnya komunitas, dan menggunakan suara kita untuk keberagaman, inklusi, dan demokrasi."

Setelah menghadiri protes di Hendersonville, Carolina Utara, penulis Lynn Ames mengatakan kepada CNN, "Jika Anda mencintai negara ini, menyelamatkan demokrasi adalah prioritas di mana pun Anda tinggal, termasuk di kota kecil Amerika. Mungkin terutama di kota kecil Amerika."

5. Penggerebekan Imigrasi dan Pengerahan Garda Nasional

Banyak pengunjuk rasa mengaitkan kehadiran mereka dengan tindakan keras imigrasi yang sedang berlangsung dan tanggapan tegas pemerintah federal terhadap protes anti-ICE yang pertama kali meletus di Los Angeles setelah penggerebekan lokal. Demonstrasi tersebut kemudian menyebar ke berbagai kota lain, termasuk Chicago, New York City, Dallas, dan Portland.

Upaya Trump untuk mengerahkan Garda Nasional ke kota-kota yang dikuasai Demokrat – yang menurutnya diperlukan untuk meredam kekerasan dan mendukung inisiatif deportasinya – telah memicu gugatan hukum dari pejabat negara bagian dan lokal.

Para demonstran di Los Angeles – tempat penggerebekan imigrasi federal memicu protes besar-besaran pada bulan Juni dan menyebabkan Trump mengirim Garda Nasional yang bertentangan dengan keinginan Gubernur Gavin Newsom – menekankan hak-hak imigran dan menyerukan penghentian kampanye deportasi pemerintahan Trump.

Duduk di depan Balai Kota Los Angeles, Gilberto Beas mengatakan kepada CNN bahwa protes tersebut merupakan "pesan bagi ICE untuk berhenti melakukan apa yang mereka lakukan."

Maria Rivera Cummings, yang lahir di Los Angeles dan keturunan Meksiko, mengatakan: "Kita semua adalah imigran dan setiap orang memiliki hak di sini."

Dalam sebuah demonstrasi di DC, Michael Langfeldt mengatakan ia memprotes apa yang ia lihat sebagai "kebencian" terhadap imigran dan pengerahan militer ke kota-kota di AS.

"Saya merasa ada banyak sekali tindakan yang berlebihan di pemerintahan federal, khususnya di cabang eksekutif," ujarnya kepada CNN. "Kongres tidak melakukan apa pun untuk mengatasinya."

Hailey, seorang demonstran berusia 24 tahun yang mengenakan kostum katak tiup, mengatakan kepada CNN bahwa ia terinspirasi oleh para demonstran di Portland, yang telah bertikai dengan aparat penegak hukum federal selama berminggu-minggu. Para demonstran di sana telah mengenakan kostum tiup dalam demonstrasi di luar fasilitas ICE — sebagian untuk membantah penggambaran Trump tentang kota tersebut sebagai "rusak akibat perang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Trump Tuduh Rusia Ikut...
Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!
Rekomendasi
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Berita Terkini
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved