Siapkan Invasi Darat, Trump Izinkan Operasi CIA untuk Gulingkan Pemerintahan Venezuela

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:25 WIB
loading...
A A A
BacaJuga: AS Ajak Indonesia dan 4 Negara Islam Lainnya untuk Bentuk Pasukan Stabilisasi Gaza

Serangan terbaru diumumkan pada hari Selasa dalam sebuah unggahan media sosial: Sebuah video yang dibagikan Trump menunjukkan sebuah kapal mengapung di air, sebelum sebuah rudal membakarnya. Enam orang dilaporkan tewas dalam pemboman itu.

Banyak pakar hukum dan mantan pejabat militer mengatakan bahwa serangan tersebut tampaknya merupakan pelanggaran hukum internasional yang jelas. Pengedar narkoba secara tradisional tidak memenuhi definisi kombatan bersenjata dalam perang. Dan pemerintah AS sejauh ini belum memberikan bukti publik apa pun untuk mendukung klaimnya bahwa kapal-kapal tersebut memang membawa narkotika menuju Amerika.

Namun Trump telah membenarkan serangan tersebut dengan mengatakan bahwa serangan tersebut akan menyelamatkan nyawa warga Amerika yang hilang akibat kecanduan narkoba.

Ia menegaskan bahwa orang-orang di atas kapal yang menjadi sasaran adalah "teroris narkotika" yang menuju ke AS.

Pada hari Rabu, ia kembali menepis pertanyaan tentang kurangnya bukti. Ia juga membela diri terhadap kekhawatiran bahwa pengeboman tersebut merupakan pembunuhan di luar hukum.

"Ketika mereka membawa narkoba, mereka adalah sasaran empuk," kata Trump kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa "ada debu fentanil di seluruh kapal setelah bom-bom itu meledak".

Ia menambahkan, "Kami tahu kami memiliki banyak informasi tentang setiap kapal yang pergi. Informasi yang mendalam dan kuat."

Membingkai kampanye pengeboman di Karibia sebagai sebuah keberhasilan, Trump kemudian menjelaskan bahwa pemerintahannya mungkin akan mulai mengubah strateginya.

"Kami hampir sepenuhnya menghentikannya melalui laut. Sekarang, kami akan menghentikannya melalui darat," katanya tentang dugaan perdagangan narkoba. Ia bercanda bahwa bahkan para nelayan telah memutuskan untuk menjauh dari perairan.

"Kami tentu saja sedang mempertimbangkan darat sekarang karena kami telah mengendalikan laut dengan sangat baik."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved