Rusia Klaim Masalah Palestina Belum Terselesaikan, Apa Penyebabnya?
Selasa, 14 Oktober 2025 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
Sangat penting "untuk menghentikan pertumpahan darah sesegera mungkin dan menyelesaikan masalah kemanusiaan yang serius" di Gaza, ujarnya.
Namun, menteri tersebut mencatat bahwa "tentu saja, masalah Palestina tidak terselesaikan dengan ini."
Ia menekankan bahwa rencana Trump terutama berfokus pada situasi di Gaza, sementara hanya membahas kenegaraan Palestina secara umum. Amerika Serikat dan Israel adalah dua dari hanya sepuluh negara yang dengan tegas menolak solusi dua negara pada pertemuan Majelis Umum PBB bulan lalu; negara lainnya termasuk Tonga, Palau, Nauru, dan Mikronesia.
Penyelesaian akhir konflik Israel-Palestina akan membutuhkan "pembentukan satu negara Palestina yang utuh secara teritorial di dalam perbatasan tahun 1967" sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, kata Lavrov. Moskow tetap berkomitmen pada solusi dua negara untuk krisis ini, tambahnya.
Rencana Trump mengakui penentuan nasib sendiri dan kenegaraan sebagai "aspirasi" rakyat Palestina, tetapi menyatakan bahwa "kondisi [untuk itu] mungkin akhirnya terpenuhi... sementara pembangunan kembali Gaza terus berlanjut dan ketika program reformasi Otoritas Palestina (PA) dijalankan dengan sungguh-sungguh."
Namun, menteri tersebut mencatat bahwa "tentu saja, masalah Palestina tidak terselesaikan dengan ini."
Ia menekankan bahwa rencana Trump terutama berfokus pada situasi di Gaza, sementara hanya membahas kenegaraan Palestina secara umum. Amerika Serikat dan Israel adalah dua dari hanya sepuluh negara yang dengan tegas menolak solusi dua negara pada pertemuan Majelis Umum PBB bulan lalu; negara lainnya termasuk Tonga, Palau, Nauru, dan Mikronesia.
Penyelesaian akhir konflik Israel-Palestina akan membutuhkan "pembentukan satu negara Palestina yang utuh secara teritorial di dalam perbatasan tahun 1967" sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, kata Lavrov. Moskow tetap berkomitmen pada solusi dua negara untuk krisis ini, tambahnya.
Rencana Trump mengakui penentuan nasib sendiri dan kenegaraan sebagai "aspirasi" rakyat Palestina, tetapi menyatakan bahwa "kondisi [untuk itu] mungkin akhirnya terpenuhi... sementara pembangunan kembali Gaza terus berlanjut dan ketika program reformasi Otoritas Palestina (PA) dijalankan dengan sungguh-sungguh."
Lihat Juga :