6 Kontroversi Raja Thailand Maha Vajiralongkorn: Kawin-Cerai, Selir Kesayangan, hingga Tampil Eksentrik
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Empat anak laki-laki hasil hubungan ini kemudian dicabut status kerajaannya dan diasingkan ke Amerika Serikat, sementara anak perempuannya, Sirivannavari Nariratana, dibawa pulang ke Bangkok dan kembali menjadi putri kerajaan.
Skandal ini menjadi salah satu yang paling ramai dibicarakan di media internasional.
•Srirasmi Suwadee: Dayang yang Dinikahi lalu Didepak
Pada 2001, Vajiralongkorn menikah lagi untuk ketiganya kalinya dengan Srirasmi Suwadee, seorang dayan istana.
Srirasmi menjadi ibu dari Pangeran Dipangkorn Rasmijoti—lahir 2005—yang kini menjadi pewaris takhta resmi.
Namun, pada 2014, keluarga Srirasmi dituduh terlibat korupsi dan penyalahgunaan nama kerajaan, menyebabkan reputasi keluarga itu hancur.
Srirasmi kemudian diceraikan dan semua gelar kebangsawanannya dicabut. Dia kemudian menjadi bhikkhuni (meichi) di kuil di utara Thailand. Sedangkan anaknya, Pangeran Dipangkorn, diasuh langsung oleh Raja Vajiralongkorn di Jerman.
Setelah naik takhta, Raha Maha Vajiralongkorn sering tinggal di vila mewah di Tutzing, Bavaria, Jerman.
Laporan The Guardian dan Deutsche Welle menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020, Raja Vajiralongkorn menyewa seluruh hotel mewah untuk dirinya dan sekitar 20 selir.
Hal itu sempat memicu kemarahan publik Thailand, yang merasa raja absen dari negaranya di tengah pandemi Covid-19.
Pemerintah Jerman bahkan menyampaikan "teguran diplomatik", menegaskan bahwa urusan kenegaraan Thailand tidak boleh dijalankan dari tanah Jerman.
Pada Juli 2019, Raja Maha Vajiralongkorn menghebohkan dunia ketika dia mengangkat Sineenat Wongvajirapakdi (mantan perawat dan pilot Angkatan Darat) sebagai selir resmi kerajaan (Chao Khun Phra)—sesuatu yang belum terjadi di istana Thailand selama hampir seabad.
Tiga bulan kemudian, Sineenat dicopot gelarnya atas tuduhan tidak setia. Setahun kemudian, pada 2020, Raja Vajiralongkorn mengembalikan gelar tersebut pada selir kesayangannya tanpa penjelasan jelas.
Media-media internasional saat itu menggambarkan kisah ini sebagai drama kerajaan yang menyaingi telenovela.
Skandal ini menjadi salah satu yang paling ramai dibicarakan di media internasional.
•Srirasmi Suwadee: Dayang yang Dinikahi lalu Didepak
Pada 2001, Vajiralongkorn menikah lagi untuk ketiganya kalinya dengan Srirasmi Suwadee, seorang dayan istana.
Srirasmi menjadi ibu dari Pangeran Dipangkorn Rasmijoti—lahir 2005—yang kini menjadi pewaris takhta resmi.
Namun, pada 2014, keluarga Srirasmi dituduh terlibat korupsi dan penyalahgunaan nama kerajaan, menyebabkan reputasi keluarga itu hancur.
Srirasmi kemudian diceraikan dan semua gelar kebangsawanannya dicabut. Dia kemudian menjadi bhikkhuni (meichi) di kuil di utara Thailand. Sedangkan anaknya, Pangeran Dipangkorn, diasuh langsung oleh Raja Vajiralongkorn di Jerman.
2. Habiskan Waktu di Jerman, Terkesan sebagai "Raja Bavaria”
Setelah naik takhta, Raha Maha Vajiralongkorn sering tinggal di vila mewah di Tutzing, Bavaria, Jerman.
Laporan The Guardian dan Deutsche Welle menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020, Raja Vajiralongkorn menyewa seluruh hotel mewah untuk dirinya dan sekitar 20 selir.
Hal itu sempat memicu kemarahan publik Thailand, yang merasa raja absen dari negaranya di tengah pandemi Covid-19.
Pemerintah Jerman bahkan menyampaikan "teguran diplomatik", menegaskan bahwa urusan kenegaraan Thailand tidak boleh dijalankan dari tanah Jerman.
3. Angkat Sineenat Wongvajirapakdi Jadi Selir Resmi
Pada Juli 2019, Raja Maha Vajiralongkorn menghebohkan dunia ketika dia mengangkat Sineenat Wongvajirapakdi (mantan perawat dan pilot Angkatan Darat) sebagai selir resmi kerajaan (Chao Khun Phra)—sesuatu yang belum terjadi di istana Thailand selama hampir seabad.
Tiga bulan kemudian, Sineenat dicopot gelarnya atas tuduhan tidak setia. Setahun kemudian, pada 2020, Raja Vajiralongkorn mengembalikan gelar tersebut pada selir kesayangannya tanpa penjelasan jelas.
Media-media internasional saat itu menggambarkan kisah ini sebagai drama kerajaan yang menyaingi telenovela.
Lihat Juga :