Sindikat Narkoba China Menguat di Asia, Kapal Bendera Taiwan Jadi Bukti Terbaru

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 08:08 WIB
loading...
A A A
Penjaga Pantai Taiwan layak mendapat apresiasi atas profesionalisme mereka. Pengejaran selama satu jam, proses penyerbuan taktis, dan pendataan barang bukti yang cermat menunjukkan komitmen mereka dalam mempertahankan kedaulatan nasional. Namun tantangan berikutnya adalah membongkar jaringan di baliknya dan mengungkap apakah operasi ini memiliki keterkaitan langsung dengan struktur negara di Beijing.

Komunitas internasional kini didesak untuk bertindak. Pengenaan sanksi terhadap entitas China yang terkait perdagangan narkotika, peningkatan pengawasan maritim, serta koordinasi intelijen antarnegara menjadi langkah penting.

Namun yang lebih mendasar, dunia perlu meninjau ulang peran PKC dalam kejahatan transnasional. Selama ini, aktivitas ilegal China sering dianggap sekadar pelengkap dari kebangkitan ekonominya, padahal justru menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi tersebut.

Penangkapan kapal YAMA68 seharusnya menjadi alarm bagi dunia. Sudah waktunya berhenti melihat jaringan kriminal China sebagai aktor liar, dan mulai mengenalinya sebagai instrumen kebijakan negara. Narkotika yang ditemukan di perairan Taiwan bukan sekadar barang haram, tapi senjata sunyi yang merusak dari dalam.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Berita Terkini
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Infografis
Indonesia Jadi Target...
Indonesia Jadi Target Utama Serangan Ransomware di Asia Tenggara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved