6 Tahanan Palestina Terkenal yang Jadi Pusat Negosiasi Hamas dan Israel

Kamis, 09 Oktober 2025 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Sebagai spesialis bahan peledak, ia dihukum karena mengarahkan beberapa pengeboman di Israel dan menjalani 67 hukuman seumur hidup – hukuman penjara terlama yang pernah dijatuhkan oleh pengadilan Israel.

Sepupu Marwan Barghouti, Abdullah dituduh mendalangi beberapa serangan besar termasuk pengeboman restoran Sbarro tahun 2001 di Yerusalem, ledakan Kafe Moment tahun 2002, dan pengeboman Universitas Ibrani, yang menewaskan 66 warga Israel, termasuk lima warga Amerika.

Media Israel menggambarkannya sebagai pembuat bom terbaik Hamas setelah Yahya Ayyash, yang dibunuh pada tahun 1996.

3. Ibrahim Hamed (Tahanan paling berbahaya Israel)

Israel menganggap Ibrahim Hamed sebagai salah satu tahanan paling berbahaya.

Ia memimpin sayap militer Hamas di Tepi Barat selama Intifada Kedua dan ditangkap pada tahun 2006 setelah bertahun-tahun bersembunyi. Dihukum karena mengorganisir serangan yang menewaskan 46 warga Israel, ia menjalani 54 hukuman seumur hidup.

Hamed meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dan Magister Hubungan Internasional dari Universitas Birzeit. Selama dipenjara, ia telah menulis studi tentang sejarah perjuangan Palestina dan menghabiskan delapan tahun di sel isolasi, termasuk tujuh tahun berturut-turut.

4. Ahmad Sa’adat (Sekretaris Jenderal PFLP)

Nama lain yang sering muncul dalam negosiasi adalah Ahmad Sa’adat, Sekretaris Jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

Ia ditangkap pada tahun 2006 setelah pengepungan Israel terhadap markas besar Otoritas Palestina di Ramallah dan dijatuhi hukuman 30 tahun penjara karena memimpin kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Menteri Pariwisata Israel Rehavam Zeevi pada tahun 2001.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
Trump: AS Akan Hancurkan...
Trump: AS Akan Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Rekomendasi
Rodri Semprot FIFA:...
Rodri Semprot FIFA: Wasit Abai Lindungi Yamal
Sikapi Sidang Praperadilan...
Sikapi Sidang Praperadilan Roy Suryo, Rismon: Dugaan Rekayasa Digital Bisa Dibuktikan Tanpa Saksi Mata
Giorgio Antonio Geram...
Giorgio Antonio Geram Kerap Diterpa Isu Miring dengan Sarwendah, Siap Lapor Polisi?
Berita Terkini
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved