Qatar Ungkap Israel Ubah Proposal yang Disampaikan Para Pemimpin Arab dan Muslim
Selasa, 07 Oktober 2025 - 18:18 WIB
loading...
Warga Gaza terus mengungsi saat serangan Israel terus berlanjut. Foto/icrc
A
A
A
DOHA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan Perdana Menteri Qatar dalam wawancara dengan Al Jazeera, mengonfirmasi proposal yang diajukan para pemimpin Arab dan Muslim kepada Amerika Serikat (AS) telah dimodifikasi Israel sebelum disampaikan kepada dunia oleh Presiden Donald Trump.
"Saya yakin PM Qatar mengonfirmasi bahwa ada proposal yang dimodifikasi oleh Israel," ungkap juru bicara Majed al-Ansari. "Beberapa pernyataan telah diterima, sementara yang lainnya tidak."
"Karena Qatar terlibat dalam lebih dari sekadar upaya mediasi, kami menyadari setiap proposal tidak berlaku untuk semua pihak. Kami sebagai mediator menghargai komitmen AS terhadap proposal ini, yaitu mengakhiri perang. Itulah sebabnya kami semua mendorong diakhirinya perang genosida ini," ujar dia.
Perundingan di Mesir yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza berlangsung selama "empat jam diskusi yang intens dan cermat guna mengidentifikasi hambatan atau hambatan", menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.
Ia menambahkan, "Banyak detail yang membutuhkan kesepakatan tentang implementasi penyerahan tawanan, pembebasan tahanan Palestina, dan penyaluran bantuan, di antara hal-hal lainnya.”
"Pertemuan terus berlanjut. Semua pihak sedang berupaya mencapai kesepakatan," papar dia.
Sementara itu, para pemukim Israel menyerbu komunitas Palestina Khirbet Samra di Lembah Yordan utara, lapor Wafa.
Sumber lokal mengatakan para pemukim memasuki area tersebut, menyebabkan ketakutan dan kepanikan di antara penduduk, terutama perempuan dan anak-anak.
Dalam insiden terpisah, pasukan Israel menyerbu desa Balqa, utara Jericho, pada Selasa dini hari (7/10/2025).
Hassan Malihat, pengawas umum Organisasi Al-Baidar untuk Pembelaan Hak-Hak Badui, mengatakan kepada Wafa bahwa tentara Israel menggeledah rumah-rumah di area tersebut dan menginterogasi penduduk di lapangan. Ia mengatakan para pria tersebut juga diserang secara fisik selama penggerebekan.
Di tempat lain, pasukan Israel melakukan serangkaian serangan di wilayah Ramallah dan el-Bireh, menyerbu beberapa lingkungan, menahan warga Palestina, menutup toko-toko, dan memblokir pergerakan antar komunitas.
Menurut Perhimpunan Tahanan Palestina, 35 warga telah ditangkap dari Tepi Barat sejak Senin malam.
Di Hebron, pasukan Israel menangkap seorang warga Palestina dari Tel Rumeida lingkungan tersebut dan memberlakukan jam malam di beberapa wilayah sebelah timur kota.
Baca juga: Israel Mencapai Titik Tak Bisa Kembali dalam Perang Gaza
"Saya yakin PM Qatar mengonfirmasi bahwa ada proposal yang dimodifikasi oleh Israel," ungkap juru bicara Majed al-Ansari. "Beberapa pernyataan telah diterima, sementara yang lainnya tidak."
"Karena Qatar terlibat dalam lebih dari sekadar upaya mediasi, kami menyadari setiap proposal tidak berlaku untuk semua pihak. Kami sebagai mediator menghargai komitmen AS terhadap proposal ini, yaitu mengakhiri perang. Itulah sebabnya kami semua mendorong diakhirinya perang genosida ini," ujar dia.
Perundingan di Mesir yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza berlangsung selama "empat jam diskusi yang intens dan cermat guna mengidentifikasi hambatan atau hambatan", menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.
Ia menambahkan, "Banyak detail yang membutuhkan kesepakatan tentang implementasi penyerahan tawanan, pembebasan tahanan Palestina, dan penyaluran bantuan, di antara hal-hal lainnya.”
"Pertemuan terus berlanjut. Semua pihak sedang berupaya mencapai kesepakatan," papar dia.
Sementara itu, para pemukim Israel menyerbu komunitas Palestina Khirbet Samra di Lembah Yordan utara, lapor Wafa.
Sumber lokal mengatakan para pemukim memasuki area tersebut, menyebabkan ketakutan dan kepanikan di antara penduduk, terutama perempuan dan anak-anak.
Dalam insiden terpisah, pasukan Israel menyerbu desa Balqa, utara Jericho, pada Selasa dini hari (7/10/2025).
Hassan Malihat, pengawas umum Organisasi Al-Baidar untuk Pembelaan Hak-Hak Badui, mengatakan kepada Wafa bahwa tentara Israel menggeledah rumah-rumah di area tersebut dan menginterogasi penduduk di lapangan. Ia mengatakan para pria tersebut juga diserang secara fisik selama penggerebekan.
Di tempat lain, pasukan Israel melakukan serangkaian serangan di wilayah Ramallah dan el-Bireh, menyerbu beberapa lingkungan, menahan warga Palestina, menutup toko-toko, dan memblokir pergerakan antar komunitas.
Menurut Perhimpunan Tahanan Palestina, 35 warga telah ditangkap dari Tepi Barat sejak Senin malam.
Di Hebron, pasukan Israel menangkap seorang warga Palestina dari Tel Rumeida lingkungan tersebut dan memberlakukan jam malam di beberapa wilayah sebelah timur kota.
Baca juga: Israel Mencapai Titik Tak Bisa Kembali dalam Perang Gaza
(sya)
Lihat Juga :