Langka, Kim Jong-un Hanya Kenakan Kaos Oblong Saat Inspeksi
Minggu, 13 September 2020 - 12:39 WIB
loading...
Pemimpin Korut Kim Jong-un hanya mengenakan kaos oblong saat melakukan inspeksi proyek rekonstruksi di wilayah yang dilanda banjir. Foto/Metro
A
A
A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un membuat penampilan langka saat memeriksa rekonstruksi di daerah yang dilanda banjir. Diktator muda yang kerap tampil dengan mengenakan safari itu tampil hanya mengenakan kaos oblong.
Penampilang langka itu terjadi saat pria yang diduga berusia 36 tahun tersebut saat mendatangi daerah yang dilanda banjir di Unpha, Provinsi Hwanghae Utara, seperti dilaporkan media pemerintah KCNA.
Dalam kesempatan itu, Kim Jong-un menyatakan kepuasannya atas kemajuan rekonstruksi di Taechong-ri, sebuah desa di provinsi Hwanghae Utara.
Setelah mengamati kerusakan topan awal pekan ini di negaranya yang miskin, Kim Jong-un mengatakan kepada loyalis Partai Pekerja bahwa mereka harus memikirkan kembali rencana untuk ekonomi yang sudah tertatih-tatih oleh sanksi dan baru-baru ini pembatasan yang dirancang untuk menahan virus Corona baru.
"Ekonomi Korea Utara telah menghadapi masalah dan tekanan karena kerusakan besar yang disebabkan oleh hujan lebat dan topan baru-baru ini," kata Kim Jong-un seperti dilaporkan KCNA yang dinukil dari Mirror, Minggu (13/9/2020).
Kemunculan Kim Jong-un ini terjadi setelah munculnya laporan lima pejabat Kementerian Ekonomi ditembak mati oleh regu tembak pada 30 Juli lalu setelah rincian percakapan mereka muncul di pesta makan malam dan dilaporkan kembali ke atasan mereka.(Baca: Kritik Ekonomi Kim Jong-un, 5 Pejabat Korut Dieksekusi Mati )
Eksekusi tersebut mengkhawatirkan para pejabat Partai Komunis yang takut akan kembali terjadinya pembersihan di negara itu setelah kematian mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il pada 2011.
Penampilang langka itu terjadi saat pria yang diduga berusia 36 tahun tersebut saat mendatangi daerah yang dilanda banjir di Unpha, Provinsi Hwanghae Utara, seperti dilaporkan media pemerintah KCNA.
Dalam kesempatan itu, Kim Jong-un menyatakan kepuasannya atas kemajuan rekonstruksi di Taechong-ri, sebuah desa di provinsi Hwanghae Utara.
Setelah mengamati kerusakan topan awal pekan ini di negaranya yang miskin, Kim Jong-un mengatakan kepada loyalis Partai Pekerja bahwa mereka harus memikirkan kembali rencana untuk ekonomi yang sudah tertatih-tatih oleh sanksi dan baru-baru ini pembatasan yang dirancang untuk menahan virus Corona baru.
"Ekonomi Korea Utara telah menghadapi masalah dan tekanan karena kerusakan besar yang disebabkan oleh hujan lebat dan topan baru-baru ini," kata Kim Jong-un seperti dilaporkan KCNA yang dinukil dari Mirror, Minggu (13/9/2020).
Kemunculan Kim Jong-un ini terjadi setelah munculnya laporan lima pejabat Kementerian Ekonomi ditembak mati oleh regu tembak pada 30 Juli lalu setelah rincian percakapan mereka muncul di pesta makan malam dan dilaporkan kembali ke atasan mereka.(Baca: Kritik Ekonomi Kim Jong-un, 5 Pejabat Korut Dieksekusi Mati )
Eksekusi tersebut mengkhawatirkan para pejabat Partai Komunis yang takut akan kembali terjadinya pembersihan di negara itu setelah kematian mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il pada 2011.
Lihat Juga :