5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen

Senin, 06 Oktober 2025 - 19:20 WIB
loading...
A A A
Partai-partai dari spektrum politik kiri dan kanan, serta investor dan Komisi Eropa di Brussel, sangat menantikan rencana Lecornu. Ia dijadwalkan berpidato di depan parlemen, Majelis Nasional, pada hari Selasa untuk memaparkan peta jalan pemerintahannya. Poin penting yang menarik adalah bagaimana ia berencana untuk menutup defisit anggaran yang sangat besar sebesar 5,8% pada tahun 2024.

4. Utang Prancis yang Mencapai 113% dari PDB

Tumpukan utang Perancis telah mencapai tingkat yang mencerminkan, mencapai 113% dari PDB pada tahun 2024. Baik defisit maupun tingkat utang publik negara tersebut jauh di atas aturan Uni Eropa, yang mewajibkan defisit masing-masing anggota tidak boleh melebihi 3% dari PDB.

Sementara utang publik mereka tidak boleh melebihi 60% dari output ekonomi. Kegagalan Lecornu untuk menyajikan peta jalan penyelesaian krisis keuangan ini pada akhirnya menentukan nasibnya.

5. Komposisi Kabinetnya Dikritik Banyak Partai

Melansir BBC, langkah mengejutkan ini terjadi hanya 26 hari setelah Lecornu diangkat menjadi perdana menteri menyusul runtuhnya pemerintahan François Bayrou sebelumnya.

Partai-partai di Majelis Nasional telah mengkritik keras komposisi kabinet Lecornu, yang sebagian besar tidak berubah dari kabinet Bayrou, dan mengancam akan menolaknya.

Beberapa partai kini menuntut pemilihan umum lebih awal, beberapa di antaranya juga mendesak Macron untuk mengundurkan diri - meskipun ia selalu mengatakan tidak akan mundur sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2027.

"Macron harus memilih: pembubaran parlemen atau pengunduran diri," kata Sébastien Chenu, salah satu tokoh terkemuka dari Partai Nasional sayap kanan (RN).
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Alasan Israel Lakukan...
5 Alasan Israel Lakukan Penarikan Pasukan Besar-besaran dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved