Iran Eksekusi Juara Gulat, Aksi Protes Guncang Dunia Maya
Minggu, 13 September 2020 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Pandangan Taleblu bahwa rezim Iran tidak dapat direformasi telah digaungkan oleh banyak warga Iran yang marah secara online yang mengatakan satu-satunya solusi adalah menggulingkan rezim ulama.
“Republik Islam mengeksekusi Navid Afkari. Republik Islam adalah rezim kriminal dan harus pergi. Tidak ada cara lain,” kata pembangkang Iran Shahin Milani di Twitter.
Afkari (27) ditangkap dalam protes anti-pemerintah pada 2018. Dia dijatuhi dua hukuman mati, enam setengah tahun penjara dan 74 cambukan atas tuduhan pembunuhan seorang penjaga keamanan perusahaan air. (Baca: Iran Eksekusi Mati Juara Gulat 'Pahlawan Nasional' )
Saudara laki-lakinya, Vahid dan Habib, masing-masing telah dijatuhi hukuman 54 dan 27 tahun penjara.
Minggu lalu, televisi pemerintah Iran menayangkan video di mana Afkari tampaknya mengaku telah membunuh penjaga keamanan, tetapi pegulat dan dua saudara laki-lakinya telah merilis beberapa rekaman audio yang mengatakan bahwa mereka disiksa hingga membuat pengakuan palsu.
“Mereka mencari leher untuk tali mereka,” kata Afkari dalam salah satu rekaman, menekankan bahwa dia tidak bersalah.
Ibu mereka juga mengatakan dalam rekaman video bahwa putranya telah disiksa untuk bersaksi melawan satu sama lain, dan bahwa salah satu dari mereka telah mencoba bunuh diri karena tekanan fisik dan psikologis di penjara. (Baca: Demo Anti-Rezim, Juara Gulat 'Pahlawan Nasional' Iran Dihukum Mati )
“Republik Islam mengeksekusi Navid Afkari. Republik Islam adalah rezim kriminal dan harus pergi. Tidak ada cara lain,” kata pembangkang Iran Shahin Milani di Twitter.
Afkari (27) ditangkap dalam protes anti-pemerintah pada 2018. Dia dijatuhi dua hukuman mati, enam setengah tahun penjara dan 74 cambukan atas tuduhan pembunuhan seorang penjaga keamanan perusahaan air. (Baca: Iran Eksekusi Mati Juara Gulat 'Pahlawan Nasional' )
Saudara laki-lakinya, Vahid dan Habib, masing-masing telah dijatuhi hukuman 54 dan 27 tahun penjara.
Minggu lalu, televisi pemerintah Iran menayangkan video di mana Afkari tampaknya mengaku telah membunuh penjaga keamanan, tetapi pegulat dan dua saudara laki-lakinya telah merilis beberapa rekaman audio yang mengatakan bahwa mereka disiksa hingga membuat pengakuan palsu.
“Mereka mencari leher untuk tali mereka,” kata Afkari dalam salah satu rekaman, menekankan bahwa dia tidak bersalah.
Ibu mereka juga mengatakan dalam rekaman video bahwa putranya telah disiksa untuk bersaksi melawan satu sama lain, dan bahwa salah satu dari mereka telah mencoba bunuh diri karena tekanan fisik dan psikologis di penjara. (Baca: Demo Anti-Rezim, Juara Gulat 'Pahlawan Nasional' Iran Dihukum Mati )
(ber)
Lihat Juga :