Profil Sujarinee Vivacharawongse, Istri Ke-2 Raja Thailand yang Dituduh Berzina dan 4 Anaknya Tak Diakui
Minggu, 05 Oktober 2025 - 11:15 WIB
loading...
Sujarinee Vivacharawongse, istri kedua Raja Thailand Maha Vajiralongkorn yang dituduh berzina dan hanya satu dari lima anaknya yang diakui oleh kerajaan. Foto/Alchetron via SCMP
A
A
A
JAKARTA - Sujarinee Vivacharawongse menjadi salah satu perempuan yang ikut mewarnai kehidupan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn atau Raja Rama X.Vajiralongkorn dikenal sebagai raja flamboyan yang dilaporkan memiliki 20 selir, namun tercatat sebagai raja terkaya di dunia.
Sujarinee dulunya aktris terkenal, namun hidupnya kini berada di pengasingan di Amerika Serikat dan empat dari lima anak buah cinta dengan sang raja tak diakui oleh kerajaan.
•Nama lahir: Yuvadhida Polpraserth.
•Nama setelah menikah: Sujarinee Vivacharawongse.
•Lahir: 26 Mei 1962 di Bangkok.
•Menikah dengan Maha Vajiralongkorn: Februari 1994, diberkati oleh Raja Bhumibol tapi tak direstui oleh ratu
Anak: 5 (4 putra dan 1 putri).
•Tahun pelarian: 1996.
•Tempat pengasingan sekarang: Amerika Serikat.
•Status saat ini: Tidak diakui sebagai anggota keluarga kerajaan dan tidak memegang gelar resmi.
Baca Juga: Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Resmi Raja Thailand Sepanjang Sejarah
Sujarinee Vivacharawongse dulunya dikenal sebagai penari balet dan aktris terkenal Thailand dengan nama panggung Yuvadhida Polpraserth.
Dia pernah muncul dalam film dan serial televisi, dikenal cantik dan anggun. Namun kisah hidupnya berubah drastis ketika dia masuk ke lingkaran keluarga kerajaan, menjadi istri kedua Putra Mahkota Vajiralongkorn—yang kini menjadi Raja Thailand.
Dalam beberapa tahun, Sujarinee menjadi salah satu figur paling berpengaruh di istana. Namun pada 1996, semuanya runtuh. Dia dituduh berzina atau berselingkuh dengan Anand Rotsamkhan, seorang marsekal udara berusia 60 tahun.
Sujarinee lahir pada 26 Mei 1962 di Bangkok. Dia tumbuh sebagai gadis berbakat, terutama di dunia tari. Dia menempuh pendidikan balet di Royal Thai Ballet Academy dan mulai tampil di dunia hiburan sejak remaja. Pada era 1970–1980-an, dia menggunakan nama panggung Yuvadhida Polpraserth, membintangi lebih dari 30 film dan sinetron populer Thailand.
Pertemuannya dengan Putra Mahkota Vajiralongkorn terjadi pada awal 1980-an. Hubungan mereka awalnya tidak dipublikasikan secara resmi. Namun pada pertengahan 1980-an, Sujarinee berhenti total dari dunia hiburan dan menghilang dari sorotan publik—pertanda bahwa dia mulai masuk ke kehidupan istana.
Sujarinee dan Vajiralongkorn memiliki lima anak: empat laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah Juthavachara Mahidol Vivacharawongse (lahir 1979), Vacharaesorn Vivacharawongse (lahir 1981), Chakriwat Vivacharawongse (lahir 1983), Vatcharawee Vivacharawongse (lahir 1985), Sirivannavari Nariratana (lahir 1987)—satu-satunya anak perempuan yang diizinkan kembali ke istana dan menjadi Putri Kerajaan.
Pada awal 1990-an, keluarga Sujarinee tampil beberapa kali dalam acara publik kerajaan, dan media Thailand mulai menyorotnya sebagai “keluarga Putra Mahkota”. Sujarinee kerap menemani Vajiralongkorn dalam upacara resmi, dan anak-anaknya mendapatkan gelar kebangsawanan.
Di mata publik, dia tampak seperti “ratu masa depan”. Namun di balik tembok istana, konflik mengeram.
Tahun 1996 menjadi titik balik dramatis. Pada bulan-bulan awal, Putra Mahkota Vajiralongkorn menuduh Sujarinee berselingkuh dengan perwira udara Thailand—sebuah tuduhan yang tidak pernah diuji di pengadilan, tetapi disiarkan secara terbuka oleh media Thailand. Televisi nasional bahkan menayangkan pernyataan resmi sang pangeran yang menyebut Sujarinee “tidak setia”.
Dalam waktu singkat, Sujarinee dan keempat putranya melarikan diri ke Inggris, lalu menetap di Amerika Serikat. Sementara itu, Vajiralongkorn membawa kembali putri bungsu mereka, Sirivannavari, ke Thailand, dan memberinya status resmi sebagai anggota keluarga kerajaan.
Tidak lama kemudian, gelar kebangsawanan Sujarinee dan keempat putranya dicabut melalui pengumuman resmi kerajaan. Mereka dianggap tidak lagi menjadi bagian dari keluarga kerajaan Thailand.
Setelah pelarian itu, Sujarinee dan keempat putranya menetap di Amerika Serikat dengan nama keluarga Vivacharawongse. Mereka menghindari sorotan media selama bertahun-tahun. Anak-anaknya Sujarinee berhasil menempuh pendidikan tinggi di AS.
Contoh Vacharaesorn bekerja sebagai pengacara di New York, Chakriwat menjadi dokter, Juthavachara dan Vatcharawee juga menetap di AS dan meniti karier profesional di luar lingkaran kerajaan. Namun, belakangan, Vacharaesorn dilaporkan kembali ke Thailand beralih menjadi biksu.
Mereka mempertahankan nama keluarga Vivacharawongse—nama yang tidak memiliki status resmi di Thailand. Selama hampir dua dekade, hubungan mereka dengan ayahnya, Vajiralongkorn, terputus total.
Sujarinee sendiri jarang muncul di publik. Dia hidup relatif tenang di AS, sesekali muncul dalam foto keluarga yang diunggah anak-anaknya. Namun di Thailand, namanya hampir lenyap dari catatan resmi istana, seolah tidak pernah menjadi bagian dari sejarah kerajaan.
Nasib baik dirasakan Sirivannavari Nariratana, putri bungsu Sujarinee. Dia dibawa pulang ke Thailand oleh ayahnya pada 1996. Dia dididik ulang di lingkungan istana dan diberi gelar Putri Kerajaan oleh mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Kini, Sirivannavari menjadi salah satu figur publik paling glamor di Thailand—seorang desainer mode, atlet, dan ikon sosialita.
Sujarinee dulunya aktris terkenal, namun hidupnya kini berada di pengasingan di Amerika Serikat dan empat dari lima anak buah cinta dengan sang raja tak diakui oleh kerajaan.
Profil Sujarinee Vivacharawongse yang Kontroversial
•Nama lahir: Yuvadhida Polpraserth.•Nama setelah menikah: Sujarinee Vivacharawongse.
•Lahir: 26 Mei 1962 di Bangkok.
•Menikah dengan Maha Vajiralongkorn: Februari 1994, diberkati oleh Raja Bhumibol tapi tak direstui oleh ratu
Anak: 5 (4 putra dan 1 putri).
•Tahun pelarian: 1996.
•Tempat pengasingan sekarang: Amerika Serikat.
•Status saat ini: Tidak diakui sebagai anggota keluarga kerajaan dan tidak memegang gelar resmi.
Baca Juga: Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Resmi Raja Thailand Sepanjang Sejarah
Sujarinee Vivacharawongse dulunya dikenal sebagai penari balet dan aktris terkenal Thailand dengan nama panggung Yuvadhida Polpraserth.
Dia pernah muncul dalam film dan serial televisi, dikenal cantik dan anggun. Namun kisah hidupnya berubah drastis ketika dia masuk ke lingkaran keluarga kerajaan, menjadi istri kedua Putra Mahkota Vajiralongkorn—yang kini menjadi Raja Thailand.
Dalam beberapa tahun, Sujarinee menjadi salah satu figur paling berpengaruh di istana. Namun pada 1996, semuanya runtuh. Dia dituduh berzina atau berselingkuh dengan Anand Rotsamkhan, seorang marsekal udara berusia 60 tahun.
Sujarinee lahir pada 26 Mei 1962 di Bangkok. Dia tumbuh sebagai gadis berbakat, terutama di dunia tari. Dia menempuh pendidikan balet di Royal Thai Ballet Academy dan mulai tampil di dunia hiburan sejak remaja. Pada era 1970–1980-an, dia menggunakan nama panggung Yuvadhida Polpraserth, membintangi lebih dari 30 film dan sinetron populer Thailand.
Pertemuannya dengan Putra Mahkota Vajiralongkorn terjadi pada awal 1980-an. Hubungan mereka awalnya tidak dipublikasikan secara resmi. Namun pada pertengahan 1980-an, Sujarinee berhenti total dari dunia hiburan dan menghilang dari sorotan publik—pertanda bahwa dia mulai masuk ke kehidupan istana.
Jadi Istri Kedua, Kabur, dan Dituduh Berzina
Sujarinee dan Vajiralongkorn memiliki lima anak: empat laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah Juthavachara Mahidol Vivacharawongse (lahir 1979), Vacharaesorn Vivacharawongse (lahir 1981), Chakriwat Vivacharawongse (lahir 1983), Vatcharawee Vivacharawongse (lahir 1985), Sirivannavari Nariratana (lahir 1987)—satu-satunya anak perempuan yang diizinkan kembali ke istana dan menjadi Putri Kerajaan.
Pada awal 1990-an, keluarga Sujarinee tampil beberapa kali dalam acara publik kerajaan, dan media Thailand mulai menyorotnya sebagai “keluarga Putra Mahkota”. Sujarinee kerap menemani Vajiralongkorn dalam upacara resmi, dan anak-anaknya mendapatkan gelar kebangsawanan.
Di mata publik, dia tampak seperti “ratu masa depan”. Namun di balik tembok istana, konflik mengeram.
Tahun 1996 menjadi titik balik dramatis. Pada bulan-bulan awal, Putra Mahkota Vajiralongkorn menuduh Sujarinee berselingkuh dengan perwira udara Thailand—sebuah tuduhan yang tidak pernah diuji di pengadilan, tetapi disiarkan secara terbuka oleh media Thailand. Televisi nasional bahkan menayangkan pernyataan resmi sang pangeran yang menyebut Sujarinee “tidak setia”.
Dalam waktu singkat, Sujarinee dan keempat putranya melarikan diri ke Inggris, lalu menetap di Amerika Serikat. Sementara itu, Vajiralongkorn membawa kembali putri bungsu mereka, Sirivannavari, ke Thailand, dan memberinya status resmi sebagai anggota keluarga kerajaan.
Tidak lama kemudian, gelar kebangsawanan Sujarinee dan keempat putranya dicabut melalui pengumuman resmi kerajaan. Mereka dianggap tidak lagi menjadi bagian dari keluarga kerajaan Thailand.
Setelah pelarian itu, Sujarinee dan keempat putranya menetap di Amerika Serikat dengan nama keluarga Vivacharawongse. Mereka menghindari sorotan media selama bertahun-tahun. Anak-anaknya Sujarinee berhasil menempuh pendidikan tinggi di AS.
Contoh Vacharaesorn bekerja sebagai pengacara di New York, Chakriwat menjadi dokter, Juthavachara dan Vatcharawee juga menetap di AS dan meniti karier profesional di luar lingkaran kerajaan. Namun, belakangan, Vacharaesorn dilaporkan kembali ke Thailand beralih menjadi biksu.
Mereka mempertahankan nama keluarga Vivacharawongse—nama yang tidak memiliki status resmi di Thailand. Selama hampir dua dekade, hubungan mereka dengan ayahnya, Vajiralongkorn, terputus total.
Sujarinee sendiri jarang muncul di publik. Dia hidup relatif tenang di AS, sesekali muncul dalam foto keluarga yang diunggah anak-anaknya. Namun di Thailand, namanya hampir lenyap dari catatan resmi istana, seolah tidak pernah menjadi bagian dari sejarah kerajaan.
Nasib baik dirasakan Sirivannavari Nariratana, putri bungsu Sujarinee. Dia dibawa pulang ke Thailand oleh ayahnya pada 1996. Dia dididik ulang di lingkungan istana dan diberi gelar Putri Kerajaan oleh mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Kini, Sirivannavari menjadi salah satu figur publik paling glamor di Thailand—seorang desainer mode, atlet, dan ikon sosialita.
(mas)
Lihat Juga :