Eks Diktator Suriah Bashar al-Assad Nyaris Meninggal Diduga akibat Diracun di Rusia

Minggu, 05 Oktober 2025 - 08:46 WIB
loading...
Eks Diktator Suriah...
Mantan diktator Suriah Bashar al-Assad nyaris meninggal diduga akibat diracun di tempat pengasingannya di Rusia. Foto/via SANA
A A A
MOSKOW - Mantan diktator Suriah, Bashar al-Assad, baru-baru ini dirawat di rumah sakit dengan kondisi hampir meninggal setelah diduga diracun saat bersembunyi di Rusia. Demikian diungkap Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

Menurut Observatorium, Assad, sekutu lama Presiden Rusia Vladimir Putin, dilarikan ke ruang gawat darurat pada 20 September dalam kondisi kritis. Namun, dia dipulangkan sembilan hari setelah menerima perawatan medis.

Laporan itu menyebutkan bahwa Assad diduga diracun saat berada di sebuah vila dekat Moskow yang dijaga ketat oleh otoritas Rusia.

Baca Juga: Perang Sengit Loyalis Assad vs Pasukan Suriah Berkecamuk, Lebih dari 70 Orang Tewas

Pergerakannya terbatas, tetapi Assad sering mengunjungi vila tersebut.

"Apakah keracunan itu akibat kebingungan atau lebih dari itu, tidak ada yang tahu," kata Observatorium, sebagaimana dikutip dari New York Post, Minggu (5/10/2025).

Ketika jatuh dalam kondisi kritis, Assad dirawat di ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit swasta di dekat pinggiran kota Moskow.

Belum jelas siapa pelaku yang diduga meracuni mantan presiden Suriah tersebut. Apakah tujuannya untuk membunuh Assad atau untuk mempermalukan pemerintah Rusia sebagai pelindungnya, juga tidak ada yang tahu.

Sumber-sumber Rusia mengeklaim bahwa pemerintah Presiden Putin tidak ada hubungannya dengan peracunan tersebut, menurut laporan Observatorium.

"Ini menunjukkan bahwa kemungkinan dimaksudkan untuk melibatkan pemerintah Rusia dan untuk menunjukkan bahwa Presiden Putin tidak mampu melindunginya," imbuh laporan tersebut.

Para pejabat Rusia tetap bungkam mengenai masalah ini.

Assad digulingkan dari kekuasaan Desember lalu oleh kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham.

Di tengah serangan pemberontak, Assad meyakinkan militernya bahwa bantuan datang dari Kremlin.

Tidak sampai 24 jam kemudian, dia melarikan diri dari Damaskus bersama istri dan tiga anaknya dengan pesawat ke Moskow.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
3 Negara Diuntungkan...
3 Negara Diuntungkan Tumbangnya Rezim Assad di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved