Trump Bilang Israel Setuju Tarik Tentara dari Kota Gaza, Perang Akan Berakhir?

Minggu, 05 Oktober 2025 - 07:24 WIB
loading...
Trump Bilang Israel...
Presiden AS Donald Trump sebut Israel telah setuju untuk menarik tentaranya ke garis yang dipertahankannya sebelum melancarkan serangan besar-besaran di Kota Gaza bulan lalu. Foto/Gedung Putih
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Israel telah setuju untuk menarik tentaranya ke garis yang dipertahankannya sebelum melancarkan serangan besar-besaran di Kota Gaza bulan lalu.

Jika Israel bisa dipercaya, konsesi tersebut akan menjadi bagian dari kesepakatan yang diusulkan dengan Hamas yang akan membebaskan semua sandera Israel yang tersisa.

"Ketika Hamas mengonfirmasi, gencatan senjata akan segera berlaku, pertukaran sandera dan tahanan akan dimulai, dan kami akan menciptakan kondisi untuk fase penarikan berikutnya, yang akan membawa kita mendekati akhir dari bencana 3.000 tahun ini," tulis Trump di platform Truth Social, pada Sabtu.

Baca Juga: Tentara Israel Diperintahkan Stop Serang Kota Gaza usai Hamas Setuju Bebaskan Seluruh Sandera

"Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini dan, tetaplah terus berlangsung!" lanjut Trump.

Trump juga meriis peta yang menunjukkan garis penarikan awal tentara Israel, yang kurang lebih sama dengan garis kendali tentara Israel sebelum serangan ke Kota Gaza.

Menurut laporan Times of Israel, Minggu (5/10/2025), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menguasai sekitar 70% wilayah Gaza saat itu.

Penarikan tentara Israel dari Kota Gaza, jika benar-benar dilakukan, merupakan bagian dari proposal 20 poin Trump untuk mengakhiri perang Gaza.

Poin penting lain dari proposal tersebut adalah Hamas harus melucuti senjata dan tidak lagi memerintah Jalur Gaza. Namun Hamas dilaporkan keberatan dengan poin pelucutan senjata tersebut.

IDF sebelumnya menyatakan akan membatasi kegiatannya pada "operasi pertahanan", karena baik Israel maupun Hamas secara tentatif menyetujui rencana Trump untuk melakukan pertukaran tahanan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan harapan bahwa para sandera akan dipulangkan dalam beberapa hari mendatang, sementara IDF tetap berada di Jalur Gaza.

Army Radio dan lembaga penyiaran publik, Kan, melaporkan bahwa para pemimpin politik Israel telah memerintahkan tentara IDF untuk menghentikan serangan di Kota Gaza.

Pada hari Sabtu, Army Radio mengeklaim bahwa pemerintah AS telah menginstruksikan Israel untuk mengurangi operasinya di Gaza hingga "minimal", dengan pasukan di lapangan hanya melakukan manuver defensif.

Dalam sebuah pernyataan di X pada hari Sabtu, IDF mengatakan bahwa wilayah utara Wadi Gaza, yang mencakup Kota Gaza yang kini telah hancur, "masih dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya" dan telah meminta penduduk di sana untuk pindah ke selatan.

Mereka menambahkan, "Pasukan Israel terus mengepung Kota Gaza, dan upaya untuk kembali ke sana menimbulkan risiko yang signifikan."

Menurut laporan Al Jazeera, serangan udara Israel di Gaza berlanjut pada hari Sabtu, tetapi intensitasnya jauh berkurang. Setidaknya 20 orang telah tewas akibat serangan Israel di wilayah kantong tersebut sejak Sabtu fajar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved