Trump Kucurkan Rp3,8 Triliun untuk Lebanon agar Lucuti Senjata Hizbullah
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:04 WIB
loading...
Tentara Lebanon menerima senjata dari kamp Beddawi, 5 km timur laut Tripoli, Lebanon utara, sebagai bagian dari tahap keempat rencana pengumpulan senjata dari kamp-kamp pengungsi Palestina pada 13 September 2025. Foto/Houssam Shbaro/Anadolu Agency
A
A
A
BEIRUT - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui pendanaan sebesar USD230 juta (Rp3,8 triliun) untuk pasukan keamanan Lebanon. Pendanaan ini sebagai bagian dari upaya melemahkan dan melucuti Hizbullah, menurut sumber di Washington dan Beirut.
Satu sumber Lebanon yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan paket tersebut mencakup USD190 juta untuk tentara Lebanon dan USD40 juta untuk Pasukan Keamanan Dalam Negeri.
Para ajudan Demokrat di Kongres AS mengonfirmasi dana tersebut dicairkan tepat sebelum akhir tahun fiskal Washington pada 30 September.
Seorang ajudan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, "Untuk negara kecil seperti Lebanon, itu sangat, sangat signifikan."
Menurut Reuters, dana tersebut dicairkan pada saat pemerintahan Partai Republik Presiden Donald Trump telah mengurangi banyak program bantuan luar negeri, dengan alasan prioritas uang pembayar pajak seharusnya adalah "America First."
Menanggapi langkah tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, "Bantuan AS mendukung pasukan Lebanon dalam upaya mereka menegakkan kedaulatan Lebanon di seluruh negeri dan sepenuhnya menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, satu-satunya kerangka kerja yang layak untuk pengaturan keamanan yang berkelanjutan bagi warga Lebanon dan Israel."
Sumber Lebanon tersebut menambahkan pendanaan tersebut akan memungkinkan Pasukan Keamanan Dalam Negeri (ISIS) untuk menangani keamanan dalam negeri, sehingga militer dapat fokus pada tanggung jawab nasional utama lainnya.
Baca juga: Mesir Peringatkan Celah dalam Rencana Trump, Gedung Putih Tunggu Tanggapan Hamas
Satu sumber Lebanon yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan paket tersebut mencakup USD190 juta untuk tentara Lebanon dan USD40 juta untuk Pasukan Keamanan Dalam Negeri.
Para ajudan Demokrat di Kongres AS mengonfirmasi dana tersebut dicairkan tepat sebelum akhir tahun fiskal Washington pada 30 September.
Seorang ajudan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, "Untuk negara kecil seperti Lebanon, itu sangat, sangat signifikan."
Menurut Reuters, dana tersebut dicairkan pada saat pemerintahan Partai Republik Presiden Donald Trump telah mengurangi banyak program bantuan luar negeri, dengan alasan prioritas uang pembayar pajak seharusnya adalah "America First."
Menanggapi langkah tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, "Bantuan AS mendukung pasukan Lebanon dalam upaya mereka menegakkan kedaulatan Lebanon di seluruh negeri dan sepenuhnya menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, satu-satunya kerangka kerja yang layak untuk pengaturan keamanan yang berkelanjutan bagi warga Lebanon dan Israel."
Sumber Lebanon tersebut menambahkan pendanaan tersebut akan memungkinkan Pasukan Keamanan Dalam Negeri (ISIS) untuk menangani keamanan dalam negeri, sehingga militer dapat fokus pada tanggung jawab nasional utama lainnya.
Baca juga: Mesir Peringatkan Celah dalam Rencana Trump, Gedung Putih Tunggu Tanggapan Hamas
(sya)
Lihat Juga :