Putin Ungkap Rusia Bikin Senjata Hipersonik Baru, Singgung Persaingan Nuklir dengan AS
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mengerjakannya secara intensif dan dalam jangka waktu yang lama. Saya ulangi: kekuatan strategis kami memiliki tingkat modernisasi yang sangat tinggi."
Putin mengatakan dialog dengan AS mengenai perpanjangan New START tidak akan mudah, dan Moskow menyadari "jebakan" yang menyertainya.
Lebih lanjut, Putin mengatakan persenjataan sekutu NATO; Prancis dan Inggris, tidak dapat diabaikan dalam negosiasi Perjanjian New START, misalnya, terutama mengingat rencana Prancis untuk memperluas cakupan nuklirnya di Eropa.
Putin juga memperingatkan bahwa Moskow mengetahui tentang persiapan "seseorang" untuk melakukan uji coba nuklir, dan menekankan bahwa jika hal itu terjadi, Rusia akan melakukan hal yang sama.
Secara statistik, Rusia memang unggul dalam jumlah hulu ledak nuklir. Sebagai contoh dari data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) per Januari 2025, Rusia memiliki Rusia sekitar 5.459 hulu ledak nuklir. Disusul kemudian oleh Amerika Serikat dengan sekitar 5.177 hulu ledak, China sekitar 600 hulu ledak, India sekitar 180 hulu ledak, India sekitar 180 hulu ledak, Pakistan sekitar 170 hulu ledak, Inggris sekitar 225 hulu ledak, Prancis sekitar 290 hulu ledak, Israel sekitar 90 hulu ledak, dan Korea Utara sekitar 50 hulu ledak.
Putin mengatakan dialog dengan AS mengenai perpanjangan New START tidak akan mudah, dan Moskow menyadari "jebakan" yang menyertainya.
Lebih lanjut, Putin mengatakan persenjataan sekutu NATO; Prancis dan Inggris, tidak dapat diabaikan dalam negosiasi Perjanjian New START, misalnya, terutama mengingat rencana Prancis untuk memperluas cakupan nuklirnya di Eropa.
Putin juga memperingatkan bahwa Moskow mengetahui tentang persiapan "seseorang" untuk melakukan uji coba nuklir, dan menekankan bahwa jika hal itu terjadi, Rusia akan melakukan hal yang sama.
Secara statistik, Rusia memang unggul dalam jumlah hulu ledak nuklir. Sebagai contoh dari data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) per Januari 2025, Rusia memiliki Rusia sekitar 5.459 hulu ledak nuklir. Disusul kemudian oleh Amerika Serikat dengan sekitar 5.177 hulu ledak, China sekitar 600 hulu ledak, India sekitar 180 hulu ledak, India sekitar 180 hulu ledak, Pakistan sekitar 170 hulu ledak, Inggris sekitar 225 hulu ledak, Prancis sekitar 290 hulu ledak, Israel sekitar 90 hulu ledak, dan Korea Utara sekitar 50 hulu ledak.
(mas)
Lihat Juga :