Israel Terus Gali Terowongan di Bawah Masjid Al-Aqsa, Meningkatkan Ketegangan di Tengah Genosida Gaza
Rabu, 01 Oktober 2025 - 11:15 WIB
loading...
Israel terus membangun terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Foto/memo
A
A
A
YERUSALEM - Penggalian terowongan yang terus dilakukan Israel di dekat Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki memicu dugaan motif politik dan kekhawatiran akan integritas struktural situs suci tersebut. Pernyataan itu diungkap para ahli dan citra satelit terbaru.
Terowongan kontroversial tersebut direkam pada hari Senin, 29 September, oleh Anadolu.
Terowongan-terowongan tersebut, yang dipromosikan sebagai proyek arkeologi, dipandang para kritikus sebagai upaya memperkuat klaim historis Israel atas Yerusalem.
Namun, kegiatan-kegiatan ini diduga melanggar hukum internasional dan perjanjian "status quo".
Peresmian terowongan "Jalan Ziarah" baru-baru ini oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah salah satu dari banyak proyek serupa di wilayah tersebut.
Kegiatan-kegiatan ini semakin intensif di tengah perang genosida di Gaza dan meningkatnya kunjungan para pejabat Israel ke kompleks masjid.
Tindakan provokatif, seperti seorang anggota parlemen sayap kanan yang mengibarkan bendera Israel di dalam Masjid Al-Aqsa dan seorang menteri yang menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut, telah memicu kekhawatiran bahwa penggalian tersebut bertujuan merusak masjid, baik secara langsung maupun dengan menyebabkan kerusakan struktural.
Israel sedang melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan menghancurkan artefak-artefak Islam, demikian pernyataan Kegubernuran Yerusalem Palestina Agustus lalu.
Pernyataan dari kegubernuran tersebut mengatakan video yang bocor menunjukkan penggalian ilegal yang dilakukan pasukan Israel di bawah situs yang menjadi titik api tersebut.
Kegubernuran tersebut menuduh otoritas Israel "dengan sengaja menghancurkan artefak-artefak Islam yang berasal dari periode Umayyah, yang berfungsi sebagai bukti nyata dan bukti konklusif kepemilikan sah umat Islam atas situs tersebut."
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Umat Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, mengklaim area tersebut merupakan lokasi dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, tindakan yang tidak pernah diakui komunitas internasional.
Baca juga: Kapal Fregat Italia akan Segera Tinggalkan Pengawalan Armada Bantuan Gaza Jelang Zona Kritis
Terowongan kontroversial tersebut direkam pada hari Senin, 29 September, oleh Anadolu.
Terowongan-terowongan tersebut, yang dipromosikan sebagai proyek arkeologi, dipandang para kritikus sebagai upaya memperkuat klaim historis Israel atas Yerusalem.
Namun, kegiatan-kegiatan ini diduga melanggar hukum internasional dan perjanjian "status quo".
Peresmian terowongan "Jalan Ziarah" baru-baru ini oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah salah satu dari banyak proyek serupa di wilayah tersebut.
Kegiatan-kegiatan ini semakin intensif di tengah perang genosida di Gaza dan meningkatnya kunjungan para pejabat Israel ke kompleks masjid.
Tindakan provokatif, seperti seorang anggota parlemen sayap kanan yang mengibarkan bendera Israel di dalam Masjid Al-Aqsa dan seorang menteri yang menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut, telah memicu kekhawatiran bahwa penggalian tersebut bertujuan merusak masjid, baik secara langsung maupun dengan menyebabkan kerusakan struktural.
Israel sedang melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan menghancurkan artefak-artefak Islam, demikian pernyataan Kegubernuran Yerusalem Palestina Agustus lalu.
Pernyataan dari kegubernuran tersebut mengatakan video yang bocor menunjukkan penggalian ilegal yang dilakukan pasukan Israel di bawah situs yang menjadi titik api tersebut.
Kegubernuran tersebut menuduh otoritas Israel "dengan sengaja menghancurkan artefak-artefak Islam yang berasal dari periode Umayyah, yang berfungsi sebagai bukti nyata dan bukti konklusif kepemilikan sah umat Islam atas situs tersebut."
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Umat Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, mengklaim area tersebut merupakan lokasi dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, tindakan yang tidak pernah diakui komunitas internasional.
Baca juga: Kapal Fregat Italia akan Segera Tinggalkan Pengawalan Armada Bantuan Gaza Jelang Zona Kritis
(sya)
Lihat Juga :