20.000 Orang Yahudi AS Gabung Tentara Tunggal Israel, Bermotif Ideologis, tapi Hanya Dapat Janji Palsu
Rabu, 01 Oktober 2025 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
4. Mengoptimalkan Jaringan Zionis
Beberapa organisasi Zionis di Israel secara aktif merekrut tentara tunggal, terutama salah satunya yang terkait dengan gerakan Pramuka Israel, yang secara harfiah berarti "Inti Kaktus", yang mendorong kaum muda dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Rusia untuk mendaftar di militer Israel.Jaringan ini menyediakan perumahan, pelatihan bahasa, serta persiapan administratif dan militer sebelum dan selama masa dinas, menurut Fadi Nahhas, dosen studi Israel di Universitas Birzeit.
Beberapa organisasi AS dan Eropa juga berupaya mendukung perekrutan orang Yahudi non-Israel ke dalam tentara Israel. Nefesh B'Nefesh dan Friends of the IDF adalah dua organisasi semacam itu, keduanya berbasis di AS, yang menawarkan paket dukungan komprehensif berdasarkan hibah keuangan, serta voucher, liburan khusus, dan tiket perjalanan bagi tentara setelah masa dinas.
5. Janji Israel Tak Dipenuhi
Janji-janji tunjangan dan dukungan yang melimpah berbenturan dengan kenyataan keretakan sosial dan ekonomi yang sudah ada sebelumnya dalam masyarakat Israel, jelas Nahhas, yang khususnya rentan dialami oleh para rekrutan tunggal karena kurangnya jaringan dukungan sosial di Israel.Banyak kesaksian yang membuktikan hal ini, seperti kesaksian Maya Pressler. Ia mengatakan kepada Knesset pada 3 Desember 2024 bahwa tangannya patah saat bertugas di unit tempur di Gaza selama lebih dari 200 hari sejak 7 Oktober 2023, tetapi tidak menerima dukungan apa pun.
Unggahan di grup Facebook "Orang-Orang Baik dalam Pelayanan Prajurit Tunggal" yang diterbitkan antara Januari - April 2025 juga mencakup kasus Rifkat Lieber, yang mencari bantuan untuk seorang prajurit wanita yang tinggal sendirian di Ra'anana dengan cedera kaki dan membutuhkan bantuan untuk pergi ke klinik medis.
Bahkan kebutuhan minimal para prajurit tunggal tampaknya diabaikan. David Niland menggunakan Facebook untuk meminta sepatu bot ukuran 44-45 bagi seorang prajurit tunggal yang sepatunya robek saat pertempuran. Karina Axelrod, seorang tentara Rusia yang bertugas di salah satu unit pengumpul intelijen IDF, mengunggah postingan bahwa ia sedang mencari ikat pinggang untuk rompi antipelurunya setelah batalionnya menolak menyediakannya.
(ahm)
Lihat Juga :