Trump Sebut Sekutu AS Bodoh karena Akui Negara Palestina
Selasa, 30 September 2025 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Senin, Trump meluncurkan proposal 20 poin untuk mengakhiri perang Israel di Gaza. Ke-20 poin itu mencakup pelucutan senjata Hamas, pembebasan sandera Israel yang tersisa dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina, dan pembentukan pemerintahan transisi di Gaza.
Netanyahu berterima kasih kepada Trump karena mengambil posisi tegas bahwa Otoritas Palestina tidak dapat memiliki peran apa pun di Gaza.
Dia memperingatkan, "Israel akan menyelesaikan tugasnya jika Hamas menolak kesepakatan tersebut."
Negara-negara Eropa berpendapat bahwa mengakui Negara Palestina menegaskan solusi dua negara dan dapat membantu memajukan proses perdamaian di Gaza, di mana lebih dari 66.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023 dan hampir semua lainnya mengungsi.
Namun, Netanyahu berpendapat bahwa langkah mengakui Negara Palestina akan mendorong Hamas untuk melakukan lebih banyak serangan terhadap warga sipil Israel.
Pemerintah Inggris menyatakan pekan lalu bahwa Hamas tidak akan memiliki peran apa pun dalam masa depan Palestina, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa pengakuan Negara Palestina merupakan kekalahan bagi Hamas dan bagi semua pihak yang menyebarkan kebencian anti-Yahudi.
Netanyahu berterima kasih kepada Trump karena mengambil posisi tegas bahwa Otoritas Palestina tidak dapat memiliki peran apa pun di Gaza.
Dia memperingatkan, "Israel akan menyelesaikan tugasnya jika Hamas menolak kesepakatan tersebut."
Negara-negara Eropa berpendapat bahwa mengakui Negara Palestina menegaskan solusi dua negara dan dapat membantu memajukan proses perdamaian di Gaza, di mana lebih dari 66.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023 dan hampir semua lainnya mengungsi.
Namun, Netanyahu berpendapat bahwa langkah mengakui Negara Palestina akan mendorong Hamas untuk melakukan lebih banyak serangan terhadap warga sipil Israel.
Pemerintah Inggris menyatakan pekan lalu bahwa Hamas tidak akan memiliki peran apa pun dalam masa depan Palestina, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa pengakuan Negara Palestina merupakan kekalahan bagi Hamas dan bagi semua pihak yang menyebarkan kebencian anti-Yahudi.
(mas)
Lihat Juga :