Takut Dilanda Kerusuhan, Singapura Tolak Masuk Aktivis Hong Kong

Senin, 29 September 2025 - 14:54 WIB
loading...
Takut Dilanda Kerusuhan,...
Singapura tolak masuk aktivis Hong Kong karena takut dilanda kerusuhan. Foto/X
A A A
SINGAPURA - Nathan Law, seorang aktivis pro-demokrasi yang melarikan diri dari Hong Kong telah ditolak masuk ke Singapura meskipun telah diberikan visa. Itu dikarenakan negara-kota tersebut mengatakan kehadirannya "tidak akan menguntungkan kepentingan nasional". Itu sebagai antisipasi Singapura mencegah kerusuhan yang bisa dipicu kedatangan Law.

Nathan Law, yang tinggal di pengasingan di Inggris, mengatakan ia tiba di Singapura pada hari Sabtu untuk menghadiri konferensi "tertutup, hanya untuk undangan" tetapi ditahan di perbatasan selama empat jam.

"Saya tidak ditanyai dan mereka tidak memberikan alasan penolakan tersebut," katanya kepada BBC.

Law dicari oleh otoritas Hong Kong yang menuduhnya membahayakan keamanan nasional, Kementerian Dalam Negeri Singapura mencatat.

Singapura memiliki perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong.

"Masuknya dan keberadaan Law di negara ini tidak akan menguntungkan kepentingan nasional Singapura," kata juru bicara kementerian menanggapi pertanyaan dari BBC.

"Pemegang visa masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di titik masuk ke negara ini. Itulah yang terjadi dengan Nathan Law," katanya, seraya menambahkan bahwa Tuan Law dirujuk untuk "diinterogasi, dan penilaian imigrasi dan keamanan" setelah ia mendarat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Awas! Hantavirus Sudah...
Awas! Hantavirus Sudah Sampai di Singapura, 2 Warga Diisolasi
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved