PBB Berlakukan Kembali Embargo Senjata terhadap Iran, Ini Pemicunya
Minggu, 28 September 2025 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
"Agar hal itu terjadi, Iran harus menerima perundingan langsung, yang diselenggarakan dengan itikad baik, tanpa penundaan atau pengaburan," paparnya.
Dia menekankan bahwa hingga tercapai kesepakatan baru, penting bagi negara-negara untuk menerapkan sanksi segera. "Guna menekan para pemimpin Iran agar melakukan apa yang benar bagi bangsa mereka, dan yang terbaik bagi keselamatan dunia," imbuh dia.
Perekonomian Iran sudah terpuruk akibat sanksi AS yang melumpuhkan, yang diberlakukan kembali sejak 2018 setelah Trump membatalkan pakta tersebut pada masa jabatan pertamanya.
Nilai mata uang rial Iran terus melemah di tengah kekhawatiran akan sanksi baru. Rial jatuh ke level 1.123.000 per dolar AS, rekor terendah baru, pada hari Sabtu, dari sekitar 1.085.000 pada hari Jumat, menurut situs-situs web valuta asing, termasuk Bon-bast.com.
Dengan kembalinya sanksi PBB, Iran akan kembali dikenakan embargo senjata dan larangan atas semua kegiatan pengayaan dan pemrosesan ulang uranium, serta segala kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncurannya.
Sanksi lain yang akan diberlakukan kembali termasuk larangan perjalanan bagi puluhan warga negara Iran, pembekuan aset bagi puluhan individu dan entitas Iran, serta larangan pasokan apa pun yang dapat digunakan dalam program nuklir Iran.
Semua negara berwenang untuk menyita dan membuang barang apa pun yang dilarang berdasarkan sanksi PBB, dan Iran akan dilarang memperoleh kepentingan dalam kegiatan komersial apa pun di negara lain yang melibatkan penambangan uranium, produksi, atau penggunaan bahan dan teknologi nuklir.
Dia menekankan bahwa hingga tercapai kesepakatan baru, penting bagi negara-negara untuk menerapkan sanksi segera. "Guna menekan para pemimpin Iran agar melakukan apa yang benar bagi bangsa mereka, dan yang terbaik bagi keselamatan dunia," imbuh dia.
Perekonomian Iran sudah terpuruk akibat sanksi AS yang melumpuhkan, yang diberlakukan kembali sejak 2018 setelah Trump membatalkan pakta tersebut pada masa jabatan pertamanya.
Nilai mata uang rial Iran terus melemah di tengah kekhawatiran akan sanksi baru. Rial jatuh ke level 1.123.000 per dolar AS, rekor terendah baru, pada hari Sabtu, dari sekitar 1.085.000 pada hari Jumat, menurut situs-situs web valuta asing, termasuk Bon-bast.com.
Dengan kembalinya sanksi PBB, Iran akan kembali dikenakan embargo senjata dan larangan atas semua kegiatan pengayaan dan pemrosesan ulang uranium, serta segala kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncurannya.
Sanksi lain yang akan diberlakukan kembali termasuk larangan perjalanan bagi puluhan warga negara Iran, pembekuan aset bagi puluhan individu dan entitas Iran, serta larangan pasokan apa pun yang dapat digunakan dalam program nuklir Iran.
Semua negara berwenang untuk menyita dan membuang barang apa pun yang dilarang berdasarkan sanksi PBB, dan Iran akan dilarang memperoleh kepentingan dalam kegiatan komersial apa pun di negara lain yang melibatkan penambangan uranium, produksi, atau penggunaan bahan dan teknologi nuklir.
(mas)
Lihat Juga :