Zelensky: Ukraina Dipasok Sistem Rudal Patriot Israel untuk Melawan Rusia
Minggu, 28 September 2025 - 08:30 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ungkap Kyiv telah menerima pasokan sistem pertahanan rudal Patriot dari Israel untuk melawan invasi Rusia. Foto/Kementerian Pertahanan Belanda
A
A
A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv telah menerima pasokan sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) dari Israel sebulan yang lalu untuk melawan invasi Rusia. Menurutnya, dua unit lagi diperkirakan akan tiba dalam beberapa bulan mendatang.
Kyiv sedang berupaya keras memperkuat pertahanan udaranya untuk menangkis rentetan serangan drone dan rudal Rusia setiap hari, terutama menjelang musim dingin, dengan infrastruktur pemanas biasanya menjadi sasaran serangan.
“Sistem (Patriot) Israel beroperasi di Ukraina. Sistem ini telah beroperasi selama sebulan. Kami akan menerima dua sistem Patriot pada musim gugur,” kata Zelensky kepada para wartawan dalam sebuah briefing, seperti dikutip dari AFP, Minggu (28/9/2025).
Baca Juga: Sekutu Putin: Tak Ada Bunker yang Bisa Lindungi AS dari Bom-bom Raksasa Rusia
Zelensky berbicara setelah kembali dari New York, di mana dia berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump serta pejabat senior Amerika lainnya.
Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022, Israel mengambil posisi netral dengan tidak memberikan sanksi kepada Rusia, tidak seperti sekutu Barat.
Namun, hubungannya dengan Moskow mendingin seiring Rusia semakin dekat dengan Iran, yang menurut Barat memasok drone untuk menyerang Ukraina, dan seiring Kremlin mengutuk perang brutal Israel di Gaza.
Zelensky mengatakan bahwa pada September-Oktober, delegasi AS dan Ukraina akan mengadakan beberapa pertemuan mengenai pembelian senjata melalui "berbagai program", tanpa menyebutkan sumber pembiayaannya.
Lebih lanjut,Zelensky mengatakan bahwa Kyiv memberikan Washington daftar senjata yang diinginkan Ukraina sebagai bagian dari rencana pembelian senjata senilai USD90 miliar dari Washington, yang pertama kali dia sebutkan pada bulan Agustus.
Ketika diminta mengomentari laporan media tentang dugaan permintaan Ukraina atas rudal jarak jauh Tomahawk AS, Zelenskyy mengatakan, "Kyiv siap untuk perjanjian terpisah mengenai jenis senjata tertentu, termasuk senjata jarak jauh."
Dia menolak memberikan detail lebih lanjut, dengan mengatakan, "Ini adalah isu yang sangat sensitif."
Zelensky juga mengatakan Ukraina dan Amerika Serikat sekarang memiliki pemahaman bersama tentang apa yang sebenarnya terjadi di medan perang dan kemajuan apa yang dapat dicapai, seraya menambahkan bahwa pertemuannya dengan Trump "sangat baik".
Kyiv sedang berupaya keras memperkuat pertahanan udaranya untuk menangkis rentetan serangan drone dan rudal Rusia setiap hari, terutama menjelang musim dingin, dengan infrastruktur pemanas biasanya menjadi sasaran serangan.
“Sistem (Patriot) Israel beroperasi di Ukraina. Sistem ini telah beroperasi selama sebulan. Kami akan menerima dua sistem Patriot pada musim gugur,” kata Zelensky kepada para wartawan dalam sebuah briefing, seperti dikutip dari AFP, Minggu (28/9/2025).
Baca Juga: Sekutu Putin: Tak Ada Bunker yang Bisa Lindungi AS dari Bom-bom Raksasa Rusia
Zelensky berbicara setelah kembali dari New York, di mana dia berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump serta pejabat senior Amerika lainnya.
Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022, Israel mengambil posisi netral dengan tidak memberikan sanksi kepada Rusia, tidak seperti sekutu Barat.
Namun, hubungannya dengan Moskow mendingin seiring Rusia semakin dekat dengan Iran, yang menurut Barat memasok drone untuk menyerang Ukraina, dan seiring Kremlin mengutuk perang brutal Israel di Gaza.
Zelensky mengatakan bahwa pada September-Oktober, delegasi AS dan Ukraina akan mengadakan beberapa pertemuan mengenai pembelian senjata melalui "berbagai program", tanpa menyebutkan sumber pembiayaannya.
Lebih lanjut,Zelensky mengatakan bahwa Kyiv memberikan Washington daftar senjata yang diinginkan Ukraina sebagai bagian dari rencana pembelian senjata senilai USD90 miliar dari Washington, yang pertama kali dia sebutkan pada bulan Agustus.
Ketika diminta mengomentari laporan media tentang dugaan permintaan Ukraina atas rudal jarak jauh Tomahawk AS, Zelenskyy mengatakan, "Kyiv siap untuk perjanjian terpisah mengenai jenis senjata tertentu, termasuk senjata jarak jauh."
Dia menolak memberikan detail lebih lanjut, dengan mengatakan, "Ini adalah isu yang sangat sensitif."
Zelensky juga mengatakan Ukraina dan Amerika Serikat sekarang memiliki pemahaman bersama tentang apa yang sebenarnya terjadi di medan perang dan kemajuan apa yang dapat dicapai, seraya menambahkan bahwa pertemuannya dengan Trump "sangat baik".
(mas)
Lihat Juga :