Uni Emirat Arab Agak Lain, Ogah Walkout Massal di PBB dan Justru Temui PM Israel Netanyahu

Minggu, 28 September 2025 - 05:57 WIB
loading...
Uni Emirat Arab Agak...
Uni Emirat Arab menolak walkout massal dari ruang Sidang Majelis Umum PBB saat PM Israel Benjamin Netanyahu berpidato. Foto/Pedestrian TV
A A A
NEW YORK - Ketika kemarahan dunia Arab terhadap serangan Israel di Gaza menggema keras di Majelis Umum PBB, Uni Emirat Arab (UEA) mengambil langkah yang sangat berbeda. Delegasinya menolak walkout massal saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berpidato.

Tak hanya menolak protes massal, Wakil PM yang juga Menteri Urusan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA Sheikh Abdullah bin Zayed juga melakukan pertemuan dengan Netanyahu secara tertutup.

Bagi negara yang pernah mengeklaim memperjuangkan solidaritas Arab, tindakan UEA menandakan prioritas yang terencana pada optik politik dan aliansi strategis di atas persatuan regional dan kejelasan moral.

Baca Juga: Para Delegasi Keluar Saat Netanyahu Pidato di PBB, PM Israel Tegaskan Perang Gaza Belum Selesai

UEA telah mengeluarkan pernyataan resmi ketika pertemuannya dengan Netanyahu jadi sorotan dunia Arab. "Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk menekankan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri perang di Gaza dan melindungi nyawa warga sipil," bunyi pernyataan pemerintah UEA.

Kedua pemimpin juga dilaporkan membahas de-eskalasi regional dan akses kemanusiaan.

Namun, yang benar-benar menonjol adalah apa yang terjadi di dalam aula Majelis Umum PBB. Selama pidato Netanyahu kepada para pemimpin dunia, beberapa delegasi Arab—termasuk dari Yordania, Qatar, dan Aljazair—memilih untuk walkout sebagai tanda protes. Sedangkan para diplomat UEA tetap berada di dalam ruangan, memilih untuk tidak bergabung dalam demonstrasi terkoordinasi.

Keputusan UEA telah memicu perdebatan di seluruh dunia Arab. Meskipun banyak yang menganggapnya sebagai kelanjutan dari komitmen Abu Dhabi untuk berdialog di bawah Perjanjian Abraham, yang lain mengkritiknya karena tidak sejalan dengan sentimen kolektif Arab di tengah meningkatnya korban sipil di Gaza.

Langkah ini mencerminkan upaya UEA untuk mempertahankan keseimbangan diplomatik yang rumit—menjunjung tinggi hubungan dengan Israel sambil menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara dan diplomasi kemanusiaan.

Seiring berlanjutnya perang brutal Israel di Gaza, strategi UEA tampaknya adalah keterlibatan, bukan isolasi—dengan harapan bahwa berbicara dengan semua pihak, bahkan di saat-saat krisis, lebih efektif daripada walkout memprotes Netanyahu.

Dalam sebuah unggahan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan, "Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed menekankan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri perang di Gaza, mencapai gencatan senjata permanen dan berkelanjutan, mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut, dan mengakhiri kondisi tragis yang dihadapi warga sipil."

Unggahan tersebut juga menyatakan, "Dia menegaskan kembali dukungan UEA terhadap semua upaya mencapai perdamaian komprehensif berdasarkan solusi dua negara."

Diplomat veteran Emirat yang juga penasihat presiden, Anwar Gargash, membela pendekatan UEA terhadap Israel.

"Sebagaimana posisi UEA yang tegas dalam menutup berkas aneksasi Israel atas tanah Palestina, pertemuan malam ini antara Sheikh Abdullah bin Zayed dan Perdana Menteri Israel di New York merupakan langkah berani untuk mendukung upaya internasional guna mengakhiri perang Gaza dan mencapai gencatan senjata permanen yang mengakhiri tragedi kemanusiaan dan memperkuat jalan menuju perdamaian," katanya, seperti dikutip NDTV, Minggu (28/9/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
Berita Terkini
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Infografis
Terungkap, PM Israel...
Terungkap, PM Israel Benjamin Netanyahu Pernah Dipukul Putranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved