Iran Ungkap Proyek Nuklir Israel dari Dokumen yang Diselundupkan ke Teheran
Jum'at, 26 September 2025 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Dokumenter tersebut juga menampilkan salinan paspor yang diklaim milik ilmuwan Israel, serta foto-foto pribadi Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi—yang diduga diperoleh oleh intelijen Israel.
Satu gambar menunjukkan Grossi mencium seseorang yang berpakaian seperti Minnie Mouse. Program tersebut menuduh Israel memata-matai kepala badan nuklir PBB, sementara para pejabat Iran kembali mengkritik IAEA karena gagal mengutuk serangan Israel dan Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran awal tahun ini.
Pengungkapan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, menyusul serangan mendadak Israel di wilayah Iran pada bulan Juni, yang memicu perang 12 hari. Para pemimpin Iran sejak itu menuduh IAEA dan pemerintah Barat terlibat dalam serangan tersebut.
Negara-negara Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, terus menuduh Iran berupaya membangun senjata nuklir—tuduhan yang dibantah Teheran. Para pejabat Iran bersikeras bahwa program nuklir mereka bertujuan damai, sembari menekankan hak mereka untuk mengembangkan energi nuklir sipil.
Dengan mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut di televisi nasional, para pejabat Iran tampaknya berniat untuk menunjukkan jangkauan intelijen mereka di Israel dan kesiapan mereka untuk menggunakan data tersebut sebagai daya tawar di tengah meningkatnya konfrontasi regional.
Satu gambar menunjukkan Grossi mencium seseorang yang berpakaian seperti Minnie Mouse. Program tersebut menuduh Israel memata-matai kepala badan nuklir PBB, sementara para pejabat Iran kembali mengkritik IAEA karena gagal mengutuk serangan Israel dan Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran awal tahun ini.
Meningkatnya Ketegangan Regional
Pengungkapan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, menyusul serangan mendadak Israel di wilayah Iran pada bulan Juni, yang memicu perang 12 hari. Para pemimpin Iran sejak itu menuduh IAEA dan pemerintah Barat terlibat dalam serangan tersebut.
Negara-negara Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, terus menuduh Iran berupaya membangun senjata nuklir—tuduhan yang dibantah Teheran. Para pejabat Iran bersikeras bahwa program nuklir mereka bertujuan damai, sembari menekankan hak mereka untuk mengembangkan energi nuklir sipil.
Dengan mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut di televisi nasional, para pejabat Iran tampaknya berniat untuk menunjukkan jangkauan intelijen mereka di Israel dan kesiapan mereka untuk menggunakan data tersebut sebagai daya tawar di tengah meningkatnya konfrontasi regional.
(mas)
Lihat Juga :