Presiden Palestina Kecam 2 Tahun Genosida di Gaza dan Perluasan Permukiman Israel di Tepi Barat

Kamis, 25 September 2025 - 22:15 WIB
loading...
A A A
“Hal itu melibatkan ekspansi ke negara-negara Arab yang berdaulat, di samping serangan brutal terhadap Negara Qatar," ujarnya.

Ia menyebut, “Serangan itu sebagai eskalasi dan pelanggaran berat dan terang-terangan terhadap hukum internasional."
Presiden Otoritas Palestina membahas meningkatnya "terorisme" para pemukim.

"Mereka membakar rumah dan ladang, mencabut pohon, menyerang desa, dan menyerang warga sipil Palestina yang tak bersenjata," ujar Abbas kepada majelis PBB.

Dia menegaskan, "Faktanya, mereka membunuh warga sipil di siang bolong di bawah perlindungan tentara pendudukan Israel."

Abbas kemudian membahas serangan terhadap situs-situs keagamaan Islam dan Kristen di Yerusalem, Hebron, dan Jalur Gaza, dengan mengatakan serangan tersebut telah merusak masjid, gereja, dan pemakaman "dalam pelanggaran terang-terangan terhadap status quo historis dan pelanggaran yang jelas terhadap ketentuan hukum internasional".

"Terlepas dari semua penderitaan rakyat kami, kami menolak apa yang dilakukan Hamas pada tanggal 7 Oktober," ujar Abbas dalam pidatonya.

Ia mengatakan penargetan warga negara Israel dan penyanderaan "tidak mewakili rakyat Palestina, juga tidak mewakili perjuangan mereka yang adil untuk kebebasan dan kemerdekaan.”

"Kami telah menegaskan, dan akan terus menegaskan, bahwa Jalur Gaza adalah bagian integral dari negara Palestina, dan kami siap memikul tanggung jawab penuh atas pemerintahan dan keamanan di sana," papar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved