Lebih dari 70 Anggota Parlemen Iran Desak Produksi Senjata Nuklir
Selasa, 23 September 2025 - 21:30 WIB
loading...
Massa yang mengibarkan bendera Iran berkumpul di Lapangan Revolusi di ibu kota Teheran untuk memprotes serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran pada 22 Juni 2025. Foto/Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency
A
A
A
TEHERAN - Lebih dari 70 anggota Dewan Syura Iran mendesak para pemimpin negara untuk memproduksi dan memiliki senjata nuklir. Seruan itu diungkap dalam surat yang dikirimkan Senin (22/9/2025) kepada Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan para kepala tiga cabang pemerintahan Iran.
Surat tersebut dilaporkan oleh Kantor Berita Fars. Para anggota parlemen berpendapat fatwa tahun 2010 yang dikeluarkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—yang melarang penggunaan senjata nuklir—dikeluarkan dalam situasi yang berbeda.
Mereka mengatakan memproduksi dan menimbun senjata nuklir untuk tujuan pencegahan berbeda dengan menggunakannya, dan mendesak revisi doktrin pertahanan Iran.
Surat tersebut mengklaim "Israel dan negara-negara kolonialis" tidak lagi menghormati hukum internasional, yang mengharuskan Iran untuk memperkuat kemampuan pencegahannya.
Seruan untuk meninjau kembali fatwa Khamenei telah meningkat sejak serangan Israel pada April 2024 terhadap kantor konsuler Iran di Damaskus.
Tekanan semakin meningkat setelah Israel membunuh tokoh-tokoh senior Iran, termasuk para ilmuwan, dan menyerang fasilitas nuklir selama perang 12 hari dengan Iran yang dimulai pada 13 Juni.
Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer Israel menggunakan rudal balistik dan drone.
Israel dan Amerika Serikat menuduh Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang terus-menerus dibantah Iran, bersikeras program nuklirnya untuk tujuan damai seperti pembangkit listrik.
Baca juga: Brigade Al-Qassam Rilis Video Tahanan Israel di Kota Gaza yang Kecam Netanyahu
Surat tersebut dilaporkan oleh Kantor Berita Fars. Para anggota parlemen berpendapat fatwa tahun 2010 yang dikeluarkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—yang melarang penggunaan senjata nuklir—dikeluarkan dalam situasi yang berbeda.
Mereka mengatakan memproduksi dan menimbun senjata nuklir untuk tujuan pencegahan berbeda dengan menggunakannya, dan mendesak revisi doktrin pertahanan Iran.
Surat tersebut mengklaim "Israel dan negara-negara kolonialis" tidak lagi menghormati hukum internasional, yang mengharuskan Iran untuk memperkuat kemampuan pencegahannya.
Seruan untuk meninjau kembali fatwa Khamenei telah meningkat sejak serangan Israel pada April 2024 terhadap kantor konsuler Iran di Damaskus.
Tekanan semakin meningkat setelah Israel membunuh tokoh-tokoh senior Iran, termasuk para ilmuwan, dan menyerang fasilitas nuklir selama perang 12 hari dengan Iran yang dimulai pada 13 Juni.
Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer Israel menggunakan rudal balistik dan drone.
Israel dan Amerika Serikat menuduh Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang terus-menerus dibantah Iran, bersikeras program nuklirnya untuk tujuan damai seperti pembangkit listrik.
Baca juga: Brigade Al-Qassam Rilis Video Tahanan Israel di Kota Gaza yang Kecam Netanyahu
(sya)
Lihat Juga :